Ratusan BUMD Ikuti Sosialisasi Regulasi

Sekda NTB, H Rosiady Sayuti tengah memukul gong tanda pembukaan sosialisasi nasional PP Nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD, dan Permendagri Nomor 37 tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian anggota dewan pengawas atau anggota komisaris dan anggota direksi BUMD, di Hotel Golden Palace, Kamis (26/7/2018).

MATARAM, KANALINDONESIA.COM: Ratusan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan sosialisasi PP Nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD, dan Permendagri Nomor 37 tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian anggota dewan pengawas atau anggota komisaris dan anggota direksi BUMD, di Hotel Golden Palace, Kamis (26/7/2018).

Ketua Utama Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) Erlan Hidayat menuturkan, perusahaan daerah harus paham akan kedua regulasi ini. Perusahaan daerah harus dimiliki oleh daerah. Daerah yang bertanggung jawab membentuk dan mengembangkan perusahaan tersebut. Sebab jika ikatannya masih bergantung pada pemerintah yang lebih tinggi akan kesulitan.

Baca:  Kementan Siap Bantu Pompanisasi dan Pipanisasi Atasi Kekeringan di Lhokseumawe

“Inilah yang Perpamsi upayakan melalui sosialisasikan,” ujarnya usai pembukaan kegiatan sosialisasi.

Erlan mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut juga mencari titik tengah agar perusahaan daerah memiliki independensi sebagai perusahaan daerah. Sebab disamping Permendagri Nomor 37, saat ini sedang digarap Permendagri lainnya. Perpemsi memang selalu dilibatkan untuk ikut berdiskusi dan sosialisasi peraturan yang diterbitkan.

“Karena akan keluar 9 sampai 11 Permendagri lagi untuk PP tersebut,” sambungnya.

Anggota Perpamsi berharap dengan peraturan tersebut akan ada keteraturan tanpa harus kehilangan stabilitas. Di dalam PDAM sendiri sudah memiliki banyak aturan yang berasal dari berbagai lembaga. Seperti dari Kementerian PUPR, Kemenkes, hingga yang terbaru Kemendagri.

“Anggota berharap Perpamsi bisa menyuarakan apa yang yang menjadi kepentingan anggota. Salah satunya terkait jasa produksi,” katanya.

Baca:  Wakil Ketua MPR Minta Semua Elit Politik Tidak Memperkeruh Suasana

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Rosiady Sayuti mengatakan, PP Nomor 54 tahun 2017 merupakan penegasan dari PP sebelumnya. Yakni penegasan terkait pengangkatan dan pemberhentian anggota dewan pengawas atau anggota komisaris dan anggota direksi BUMD. Selain itu juga terkait komisaris dan dewan pengawas yang diperbolehkan dari unsur pemerintahan.

“Ada batasan umur. Supaya ada peremajaan dalam direksi BUMD,” katanya.

Terpisah, Kepala PDAM Giri Menang L Ahmad Zaini menuturkan, kegiatan sosialisasi regulasi BUMD tersebut diikuti 165 peserta. Mereka terdiri dari 59 PDAM, 6 dari Pemda, dan sisanya dari BUMD lainnya. Seperti dari Bank Daerah, BPR, Jamkrida, dan lainnya.

“Ada dari Aceh sampai Papua,” akunya.

Baca:  Melukai Hati Masyarakatnya, Oknum Dewan Dilaporkan ke BK DPRD KLU

Ia menuturkan, dalam PP Nomor 45 tahun 2017 tersebut terdapat beberapa aturan pelaksanaan. Seluruh BUMD harus menyesuaikan dengan PP tersebut. Menurutnya, lahirnya Permendagri Nomor 37 tahun 2018 berawal dari PP Nomor 45 tahun 2017. Saat ini, baru satu Permendagri yang dikeluarkan, yakni tentang pengangkatan dan pemberhentian dalam direksi BUMD.

“Selain itu, seluruh BUMD di Indonesia ada dua bentuk perusahaan daerah, yakni Perumda dan Persero Daerah,” pungkasnya.

Ia menambahkan, sesuai amanat UU maka BUMD harus segera menyesuaikan. Secara otomatis PDAM Giri Menang pun sedang mempersiapkan legal drafting untuk diajukan ke pemerintah.

“Semua BUMD harus mengacu pada aturan tersebut,” tandasnya. (Idam)