Jalan Perumahan Ruwet, Warga Mengeluh Karena Minim Bantuan Infrastruktur

lokasi jalan yang bermasalah di perumahan tunggorono

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  Belum diserahkannya jalan perumahan oleh developer (pengembang) ke pihak pemerintah Desa, membuat jalan yang ada di perumahan Pondok Indah Dusun Tunggorono, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, bermasalah.
Pasalnya, status jalan yang masih milik pengembang tersebut, belum berubah status sebagai jalan Desa. Sehingga untuk melakukan perbaikan infrastruktur yang menggunakan anggaran dari APBD, mengalami kesulitan. Padahal jalan di lingkungan perumahan tersebut sudah mulai rusak parah.

“Sampai saat ini jalannya belum masuk menjadi aset pemerintah daerah, itu dikarenakan developer belum menyerahkan ke pemerintah. Karena alasan developer pailit (red : bangkrut). Sehingga pihak developer menjual perumahan ini ke pihak yang lain yakni perumahan Metro Graha,” ujar ketua RW 06, Bahtiar, pada sejumlah jurnalis, Jumat (3/8/2018).

Namun pada saat pembangunan yang dilakukan oleh pihak Metro Graha, lanjut Bahtiar, sertifikat yang dikeluarkan muncul nama pengembang dari perusahaan yang lama, yakni PT Dwijatama Persada, yang mengaku mengalami kebangkrutan.

Baca:  Kemendikbud RI Memplotkan Piala Bergilir di Acara MCR & LRP 2018

“Di Metro Graha setelah dilakukan pembangunan sertifikat nya berbunyi developer lama yakni PT Dwijatama Persada, sehingga metro ini hanya bajunya saja. Sehingga saat ini perumahan Tunggorono ini statusnya belum jelas di Pemda sana, dan jalannya masih belum jelas karena belum diserahkan,” ungkap Bahtiar.

Saat ditanya upaya apakah yang dilakukan oleh warga perumahan mengenai masalah tersebut, pihaknya mengatakan bahwa warga pernah menanyakan persoalan tersebut ke Dinas terkait waktu itu, yakni Dinas Cipta Karya.

“Pernah kita lakukan komunikasi waktu itu Cipta Karya sebelum ada dinas Perkim, itu ke sana sudah, nah ternyata tetap tidak bisa karena yang nyerahkan harus pihak developer,” paparnya.

Masih menurut penjelasan Bahtiar, karena belum adanya status jalan yang jelas, sejak tahun 1995, maka otomatis tidak ada perbaikan infrastruktur sama sekali. Dan parahnya pihakn pengembang, sama sekali tidak melibatkan pemerintah Desa.

Baca:  BNPB dan MUI Teken Nota Kesepahaman Penanganan Bencana Melalui Perspektif Islam

“Di perumahan yang bermasalah itu, sejak tahun 1995 sampai sekarang, akhirnya belum ada perbaikan infrastruktur sama sekali, sehingga kita berupaya mencari bantuan dengan mengatasnamakan warga Dusun Tunggorono. Ini aja berkat bantuan pak Lurah, karena Pak lurah sendiri belum pernah diajak ngomong sama developer,” tegas Bahtiar.

Ditanya mengenai fasilitas umum (Fasum), berupa lahan untuk makam yang disediakan oleh pihak developer, apakah ada, pihaknya mengatakan saat itu tidak ada fasum makam, namun karena warga meminta dan difasilitasi Kepala Desa akhirnya pihak developer memberikan sebidang tanah untuk makam. Padahal fasilitas makam ini seharusnya diperoleh setiap warga, karena fasilitas itu inklut saat awal warga membeli perumahan tersebut dari developer.

“Sebelumnya tidak ada, dan pada tahun 2015 baru kita rebut, kita minta pada developer yang kebetulan kantornya di jalan A.Yani, dengan nego yang panjang mediatornya Pak Lurah, Alhamdulillah akhirnya kita dapatkan makam. Padahal warga tau nya itu ya jadi satu diawal, tapi setelah saya telusuri, memang di ijin perumahan ini memang tidak ada fasilitas makamnya,” tukas Bahtiar.

Baca:  Presiden Sidak Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Kota Cilegon

Hal senada juga diungkapkan oleh Naryo, warga setempat, polemik yang ada di Dusun Tunggorono, ini sangatlah banyak. Mengenai jalan, di perumahan tersebut ada jalan kembar, sesuai dengan site plan, namun kenyataannya tidak seperti yang ada di site plan.

Pasalnya, pihak pengembang melakukan penutupan berupa pemasangan tembok batako di salah satu ruas jalan.

“Diperumahan ini juga ada masalah jalan lainnya. Jalan kembar di perumahan ini ternyata dari site plan sertifikat semuanya tergambar jalan kembar, tetapi kenyataannya di Dinas Perkim tidak tergambar jalan kembar. Hanya jalan yang terputus satunya, karena ditutup oleh developer, nah itu juga bermasalah,” tukas Naryo.(elo)