Seiring Naiknya Anggaran, DPRD Trenggalek Minta Maksimalkan Peningkatan PAD Sektor Pariwisata

Mugiyanto, Ketua Komisi II DPRD Kab. Trenggalek. (hamzah)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA. COM: Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahun pasti ditekankan untuk naik, hal tersebut seperti yang terjadi pada pendapatan pariwisata di Trenggalek. Namun keseimbangan kenaikan target tersebut juga harus dibareng dengan pengembangan dan pembangunan sarana serta prasarananya.

Disampaikan Mugianto Anggota Banggar DPRD Trenggalek dalam rapat membahas Rancangan KUA dan PPAS bahwa, dalam rapat bersama OPD terkait tentang pendapatan pariwisata pada asumsi pendapatan tahun 2019 sekitar Rp 8,9 Milliyar, kemudian kemarin dicoba untuk dipaksakan untuk naik menjadi Rp 10 Miliar.

“Pada asumsi kenaikan pendapatan tahun 2019 OPD terkait juga siap dengan catatan sarpras di tempat-tempat pariwisata harus dipenuhi serta pembenahan dan pembangunan kolam renang jwalita,” ucapnya

Obeng sapaan akrabnya mengatakan, hal tersebut bisa diterima karena pendapatan kolam renang ini juga lumayan besar, jika dihitung dengan investasi kita sudah berlipat laba yang dihasilkan.

Baca:  Anik Maslachah : Keputusan Mentan Soal Pupuk, Bikin Pertanian Jatim Jadi Carut Marut

“Maka disana mereka mencanangkan ada kolam renang disebelah utara dengan standart nasional. Dengan asumai yang akan bisa mendorong PAD daerah,” paparnya

Pada pembangunannya Obeng mengatakan, bisa menelan anggaran hingga Rp 2 milliyar dengan asumsi anggaran yang dibutuhkan itu tidak akan mengganggu anggaran OPD yang lain.

“Karena diambil dari asumsi yang 10 tadi. Itu merupakan hasil klarifikasi kami jadi ini masukan untuk TAPD bahwa kami minta target pada tahun 2019 mencapai Rp 10 milliyar pendapatan di pariwisata,” ungkapnya

Serta dalam hal retribusi dan regulasi Mugianto menghimbau agar segera di tinjau kembali,

“Misalkan fasilitas yang ada seperti atraksi wisata dibuatkan UPT dan masih banyak sekali potensi PAD yang ada. Tinggal kita saja bisa melihat peluang atau tidak,” pungkasnya. (ham)

Baca:  Cegah Corona, Anggota DPRD Ponorogo Relelyanda Solekha Wijayanti Bagi-Bagi Masker

TRENGGALEK,

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahun pasti ditekankan untuk naik, hal tersebut seperti yang terjadi pada pendapatan pariwisata di Trenggalek. Namun keseimbangan kenaikan target tersebut juga harus dibareng dengan pengembangan dan pembangunan sarana serta prasarananya.

Disampaikan Mugianto Anggota Banggar DPRD Trenggalek dalam rapat membahas Rancangan KUA dan PPAS bahwa, dalam rapat bersama OPD terkait tentang pendapatan pariwisata pada asumsi pendapatan tahun 2019 sekitar Rp 8,9 Milliyar, kemudian kemarin dicoba untuk dipaksakan untuk naik menjadi Rp 10 Milliyar.

“Pada asumsi kenaikan pendapatan tahun 2019 OPD terkait juga siap dengan catatan sarpras di tempat-tempat pariwisata harus dipenuhi serta pembenahan dan pembangunan kolam renang jwalita,” ucapnya

Obeng sapaan akrabnya mengatakan, hal tersebut bisa diterima karena pendapatan kolam renang ini juga lumayan besar, jika dihitung dengan investasi kita sudah berlipat laba yang di hasilkan.

Baca:  Update COVID-19 Ponorogo, 11 Sembuh 8 Diantaranya Santri Ponpes Gontor 2

“Maka disana mereka mencanangkan ada kolam renang disebelah utara dengan standart nasional. Dengan asumai yang akan bisa mendorong PAD daerah,” paparnya

Pada pembangunannya Obeng mengatakan, bisa menelan anggaran hingga Rp 2 milliyar dengan asumsi anggaran yang dibutuhkan itu tidak akan mengganggu anggaran OPD yang lain.

“Karena diambil dari asumsi yang 10 tadi. Itu merupakan hasil klarifikasi kami jadi ini masukan untuk TAPD bahwa kami minta target pada tahun 2019 mencapai Rp 10 milliyar pendapatan di pariwisata,” ungkapnya

Serta dalam hal retribusi dan regulasi Mugianto menghimbau agar segera di tinjau kembali,

“Misalkan fasilitas yang ada seperti atraksi wisata dibuatkan UPT dan masih banyak sekali potensi PAD yang ada. Tinggal kita saja bisa melihat peluang atau tidak,” pungkasnya. (ham)