Pemda KLU Mulai Verifikasi Rumah Terdampak Gempa

Asisten 2 bidang Ekonomi Pembangunan Setda KLU Hermanto (Foto: Idham_kanalindonesia.com/2018)

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai melakukan verifikasi terhadap rumah terdampak gempa, Jumat (03/8/2018). Beberapa tim telah diturunkan untuk melakukan verifikasi di tiap titik terdampak gempa bumi. Namun khusus Kecamatan Bayan, Pemda menurunkan satu tim untuk satu desa.

“Jadi ada 9 tim untuk 9 desa di Kecamatan Bayan,” ujar Asisten 2 bidang Ekonomi Pembangunan Setda KLU Hermanto, Jumat (03/8/2018).

Ia menuturkan proses verifikasi rumah terdampak gempa sama seperti yang dilakukan di Lombok Timur. Yakni verifikasi dua kategori, rusak ringan dan rusak berat. Hal tersebut merupakan saran dari BNPB. Verifikasi tersebut juga sesuai dengan data dari kecamatan yang telah di copy dan dikumpulkan pada tim verifikasi.

Baca:  Bawa Sabu Seberat 0,33 gram, DH Diciduk Polsek Pademawu Pamekasan

Peralatan yang digunakan pun bukan sekedar kamera dan kamera ponsel biasa. Verifikasi tersebut menggunakan program open kamera yang akan menunjukkan langsung titik koordinat rumah terdampak.

“Langsung akan muncul.  Jadi itu yang direncanakan,” sambungnya.

Setelah semua terverifikasi, rumah terdampak gempa tersebut akan dibuatkan SK Bupati yang nantinya diserahkan pada BNPB untuk ditindak lanjuti. Sementara untuk besaran jumlah rehabilitasi, masih sama seperti yang diucapkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“Besarnya Rp 50 juta sesuai dengan apa yang dikatakan presiden,” kata pria yang juga ketua tim verifikasi rumah terdampak gempa itu.

Namun untuk jumlah Rp 50 juta tersebut, Hermanto mengatakan belum berani mengumumkan hal tersebut. Semua tergantung pada lembaga yang berwenang untuk hal tersebut. Pihaknya bahkan menyarankan tim untuk tidak menyampaikan hal itu supaya masyarakat tidak ribut nantinya.

Baca:  Penerima Kartu Tani di Agam Tercatat 21.569 Petani

“Tapi dalam rangka mencegah itu (keributan) kami tidak berani mengatakan itu (Rp 50 juta),” akunya.

Untuk tim verifikasi, Hermanto mengatakan, banyak personel dibutuhkan untuk semua kecamatan. Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan. Untuk masing-masing kecamatan diturunkan sebanyak satu tim kecuali Bayan. Untuk Kecamatan Bayan, akan dibuat tim per desa. Hal ini dikarenakan Kecamatan Bayan merupakan daerah terparah.

“Karena kalau kita hanya turunkan satu tim saja, pasti tidak mampu disana,” pungkasnya.

Artinya aka nada 9 tim untuk 9 desa di kecamatan Bayan. Satu tim nantinya terdiri dari 6 orang. Yakni tiga orang teknis, satu orang aparat kecamatan, satu orang babinmaspol, dan satu Babinsa setempat.

Baca:  Sukseskan KSWP, Ditjen PSP Sosialisasikan Permentan No 44 Tahun 2019

Ia melanjutkan, hal terpenting saat ini adalah menyelesaikan verifikasi rumah yang terdampak gempa tersebut. Terkait masalah seterusnya akan dipikirkan setelah kegiatan verifikasi tersebut usai.

“Nanti pemerintah terkait yang akan melanjutkannya,” jelasnya.

Untuk verifikasi tersebut, sebagian besar sudah disampaikan pemerintah setempat. Bahkan di Lombok Timur korban sudah dibuatkan rekening BRI di posko rekening yang ada di lokasi posko pusat. Sementara untuk permasalahan sekolah dan fasilitas umum lainnya yang yang terdampak, hal tersebut akan ditangani SKPD teknis terkait.

“SKPD terkait yang bersurat ke kementerian masing-masing untuk perbaikannya,” tandasnya.(Idam)