Kudapan Tiwul Warnai Bersih Kelurahan Sumbergedong

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kudapan Tiwul berjajar di pinggiran jalan sekitar Kantor Balai Kelurahan Sumbergedong Kecamatan / Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Ribuan warga menyerbu makanan khas di meja yang berjejer  tepi jalan dengan gratis.

Dalam pemandangan yang unik kali ini, para warga Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek sedang membagikan nasi berbahan dasar tepung ketela pohon ini bagi para warga baik dari kelurahan setempat maupun non lokal.

Tiwul gratis tersebut disajikan dalam rangka  bersih desa/kelurahan setempat pada Bulan Selo yang diadakan setiap setahun sekali oleh masyarakat sekitar.

Acara tersebut menjadi magnet bagi warga lokal maupun non lokal, mengingat tiwul sangat digandrungi masyarakat Trenggalek khususnya.

Suswati, salah satu panitia, mengatakan, berbagai olahan tiwul disajikan dengan berbagai olahan. Salah satunya disajikan dengan sayur pedas sengan ikna laut beserta sayur-sayuran. Ada juga penyajian tiwul yang di goreng dengna sangat pedas.

Baca:  Ribuan Rampak Barong di Trenggalek Pecahkan Rekor MURI

“Sayurnya dari aneka rasa dan warna, nasinya dari tiwul,” ungkapnya, Jum’at, (3/7/2018).

Dalam sekejab nasi yang dijejer di meja tersebut ludes diserbu para warga. Sehingga beberapa orang yang datang ada yang tidak mendapatkan.

“Antusiasme pengunjung luar biasa. Selain gratis kudapan ini paling disukai warga,” terangnya.

Ketua panitia Bersih Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek, Ludjito, mengatakan, tujuan diadakannya Bersih Kelurahan ini adalah untuk melestarikan Budaya Jawa agar tidak luntur diterjang berbagai macam budaya asing.

“Selain itu,  untuk memberikan penghormatan kepada para leluhur sebagai pendiri Kelurahan Sumbergedong,”ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Ludjito, bahwa sejarah nama Sumbergedong berawal karena di Kelurahan Sumbergedong tepatnya di Lingkungan Ngemplak terdapat sumber air yang ditembok keliling (digedong).

Baca:  Pemkab Sidoarjo Gelar Jumpa Pers Akhir Tahun 2019 dengan Insan Media

“Tempat itu dulunya adalah padepokan dari Eyang Gantung Siwulr dan Eyang Patih Singo Yudho,”tuturnya.

Dia menyampaikan bahwa Kelurahan Sumbergedong memiliki sejarah yang cukup bagus yaitu sumber air yang digedong serta banyak yang ziarah ke sana.

“Hal ini merupakan aset bagi kelurahan Sumbergedong yang bisa dikembangkan  sebagai tempat  wisata religi,” pungkasnya. (ta/ham)