KLU Kekurangan Psikiater, Dinsos Latih FALU Lakukan Trauma Healing

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lombok Utara Hadari( Foto: Idham_kanalindonesia.com/2018)

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Pemda Lombok Utara terus melakukan upaya trauma healing bagi para korban bencana gempa. Sayangnya hal ini masih dinilai kurang maksimal, sebab masih minimnya psikiater yang ada. Hingga saat ini Lombok Utara hanya memiliki satu psikiater yang harus menangani lima kecamatan yang terdampak.

“Jumlahnya tidak cukup untuk menangani semua korban terdampak,” ungkap Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lombok Utara Hadari, Jumat (3/8/2018).

Ia melanjutkan, sementara ini pihaknya hanya menurunkan satu orang psikiater. Namun hal tersebut dinilai belum maksimal mengingat jumlah anak di pengungsian sangat banyak. Ada tiga titik pengungsian utama yang disiapkan pemerintah daerah. Hadari mengatakan, hingga saat ini psikiater tersebut masih mobile ke tiga posko pengungsian yang ada.

Baca:  Rizal Ramli Sebut 32 Organisasi Mendorongnya Maju Pilkada DKI

“Dia bergantian ke posko satu ke posko lainnya,” sambungnya.

Dua hari sebelumnya posko pengungsian memang dikunjungi Kak Seto untuk trauma healing. Namun menurutnya perlu penanganan jangka panjang untuk trauma healing tersebut. Terlebih lagi gempa masih bermunculan meski tidak dengan intensitas seperti gempa awal. Sebab itu pihaknya akan melakukan penambahan psikiater. Namun sebelum itu ia akan melakukan konfirmasi pada Sekda KLU terkait hal tersebut.

“Karena memang jumlah mereka harus ditambah,” tegasnya.

Sebagai tanggap sementara, Dinas Sosial melakukan pelatihan pada Forum Anak Lombok Utara (FALU) terkait trauma healing. Mereka dididik selama satu hari untuk membantu psikiater. Tujuannya untuk mempermudah psikiater memulihkan kondisi ana-anak terdampak gempa tersebut.

Baca:  Dua Jamaah Haji Yang Tertinggal Sudah Di Jemput Panitia Haji Kemenag Kabupaten Pacitan

“Yah paling tidak di posko itu ada tempat baca bagi anak-anak,” pungkasnya.

Upaya trauma healing tersebut terus dilakukan agar anak-anak bisa memulai lagi proses belajar. Bupati KLU sendiri juga sudah menyarankan untuk danya bantuan terpal dan lainnya untuk sekolah yang terkena dampak.

“Supaya mereka bisa sekolah lagi,” tandasnya. (Idam)