Pijat Alat Kelamin, Seorang Guru Kehilangan HP dan Uang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Mukhlis Hariyanto (44), warga Dusun Kedungdowo, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben dibekuk aparat Kepolisian dari Polsek Jombang. Pasalnya, Mukhlis diduga mencuri uang dan HP milik seorang guru.

Dalam melakukan aksinya, Muhklis berpura-pura memberikan terapi untuk guru yang bernama Ako Andy Saputro (33), warga Dusun Gempoldampet, Desa Ngrandu Lor, Kecamatan Peterongan, Jombang. Adapun terapi yang diberikan berupa memijit alat kelamin korban serta meminta sang guru untuk berendam di kamar mandi selama beberapa saat.

“Saat korban berendam di kamar mandi, pelaku mengambil satu unit HP milik korban dan uang seratus ribu rupiah. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Pelaku kita tangkap Selasa malam,” kata Kapolsek Jombang AKP Suparno, Sabtu (4/8/2018).

Baca:  Sehari, Satresnarkoba Polres Ponorogo Amankan Dua Pelaku Peredaran Pil Dobel L

Masih menurut penjelasan Suparno, perkenalan antara Eko yang berprofesi sebagai guru dan Mukhlis terjadi pada bulan Juli. Selanjutnya, kedua orang ini melakukan komunikasi secara intens, melalui telephone seluler.

Keduanya janjian bertemu di Hotel Sweet (Eks Melati) Jl Panglima Sudirman Jombang. Mereka kemudian berada dalam satu kamar. Mukhlis menawari untuk memijat bagian alat kelamin korban. Setelah selesai korban diterapi untuk berendam dalam bak kamar mandi.

Ketika korban berendam, Mukhlis mengambil sebuah HP dan uang Rp 100 ribu yang ada di saku celana guru tersebut. Pelaku lantas pergi berpamitan menggunakan sepeda motor Honda Supra X warna hitam biru Nopol S 6053 TB miliknya dengan alasan untuk beli obat.

Baca:  Samakan Persepsi, Polres Jajaran Korwil 5 Jatim Latgab Dalmas Pengamanan Pilkada 2020

Saat korban selesai dan keluar dari kamar mandi serta menunggu lama terlapor belum juga kembali. Eko juga melihat HP serta uangnya sudah tidak ada, kemudian korban melaporkan kejadian tersebut di Polsek Jombang.

“Pelaku kita tangkap di rumahnya. Selain itu kita juga menyita sebuah HP merk Oppo warna gold serta sepeda motor yang digunakan pelaku, yakni Supra X nopol S 6053 TB,” pungkas Suparno.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun penjara.(elo)