Penganiayaan Menimpa Wartawan Net Tv Mendapat Reaksi dari Sejumlah Organisasi Wartawan

Sony Misdananto

KANALINDONESIA.COM : Tindak kekerasan  yang menimpa Sony Misdananto, Kontributor Net Tv yang melaksanakan tugas peliputan di Madiun langsung mendapatkan reaksi dari rekan seprofesi dan sejumlah organisasi wartawan.

Diantara adalah dari AJI Bojonegoro. Dalam pernyataanya, Ketua AJI Bojonegoro, Anas Abdul Ghofur, tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh prajurit TNI AD melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dan dapat dikenakan ancaman  hukuman pidana 2 tahun penjara serta denda Rp 500 juta.

“Dalam melakukan tugas tugasnya, jurnalis dilindungi oleh UU Pers” ujarnya.

Anas menambahkan, AJI Bojonegoro secara tegas menolak segala bentuk praktik impunitas kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis. “harus ada tindakan tegas terhadap pelaku,agar peristiwa kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oknum TNI tidak terulang”pungkasnya.

Baca:  RSUD dr. H. Soewondo Kendal Launchingkan Paguyuban Geriatri

Reaksi juga datang dari IJTI Tapal Kuda. Dalam pernyataanya  menyebut, tindakan semena-mena ini, kami Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Tapal Kuda menyatakan:

  1. Mengutuk keras tindakan semena mena oknum TNI terhadap insan pers
  2. Mendesak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo segera turun tangan untuk membenahi perilaku anggotanya yang semena-mena.
  3. Mendesak Denpom TNI untuk menindak para pelaku yang telah menghajar Sony Misdananto sesuai hukum yang berlaku.
  4. Mendorong Dewan Pers dan juga Komnas HAM RI usut tuntas setiap tindakan yang mengancam keselamatan bagi jurnalis.

Sementara, AJI Kediri masih terus melakukan pendampingan terhadap poses selanjutnya. Dengan mengawali melakukan pelaporan ke Polres Madiun.