Anak Buruh Tani Asal Pacitan Lolos Jadi Polisi Tanpa Nyogok Uang

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Isak tangis disertai rasa haru bercampur bahagia tampak tercurah oleh Bonatin seorang buruh tani saat mendengar kabar bahwa anak yang semata wayang itu, mendapat surat panggilan dan lulus pada penerimaan Bintara Polri tahun 2018 ini.

Hal itu tak disangka oleh Bonatin jika anaknya bisa lancar dan lulus hingga masuk pendidikan untuk menjadi Polisi. Bonatin tak mengeluarkan biaya sepersenpun.

“Alhamdulillah anak saya bisa lolos menjadi polisi tanpa biaya sepeserpun. Hanya mengeluarkan untuk transportasi bukan untuk nyogok,” jelas Bonatin,pada, Sabtu (4/8/2018).

Kelulusan Zacky Nurbahuddin (17) anak seorang buruh tani asal Desa Melati, Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan ini mematahkan stigma yang selalu tersiar dimasyarakat bahwa menjadi polisi harus menyiapkan uang lebih untuk menyogok, dirinya pun tak mundur dan patah semangat meski dirinya hanya anak seorang buruh tani.

Lebih lanjut, Bonatin memaparkan, jika anaknya sudah bercita-cita jadi Polisi. Maka sang anaknya membekali baik fisik maupun secara mental. Ia mengaku, anaknya selalu berlatih lari agar lolos tes jasmani.

Tak hanya itu saja, anaknya juga tidak lupa mendekatkan diri kepada Allah SWT,”semuanya dilakukan. Olahraga, tahajud juga. Saya sebagai orang tua hanya bisa mendoakan saja, dengan semangat dan doa anak saya tak sia-sia, latihan lari dan olah raga pun dilakukan sendiri. Lantas mendaftar secara mandiri juga,” ungkapnya.

Bonatin menambahkan, “bagai tersambar petir setelah adanya pengumuman, bahwa nama anaknya tercantum dalam papan pengumuman sebagai salah satu peserta yang lolos mengikuti pendidikan dan pembentukan bintara (Diktubba) Polri pada bulan Agustus 2018 ini,” pungkas nya. (Bc)