Baznas Ekspansi 30 Z-Mart di Bandung

BANDUNG, KANALINDONESIA.COM: Setelah sukses mendirikan 75 unit Z-Mart yang tersebar di wilayah Bogor, Bandung Provinsi Jawa Barat, Tangerang Selatan Provinsi Banten dan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Kini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali meluncurkan 30 unit minimarket Z-Mart di Kota Bandung, Jawa Barat.

Acara peluncuran ini diadakan di Z-Mart milik Yeni Febriyanti di Jalan wuluku raya N0.22 Rt 06 Rw 10 Desa Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Anggota Baznas, Nana Mintarti mengatakan Z-Mart adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik yang dibiayai menggunakan dana zakat untuk meningkatkan eksitensi dan kapasitas usaha retail mikro.

“Melalui Z-Mart, semoga mampu mengangkat skala usaha mustahik binaan Baznas menjadi lebih besar,” ujar Nana dalam pernyataan pers kepada Kanalindonesia.com dari Bandung, Minggu (5/8/2018).

Baca:  Komunitas Jurnalis Santuy Peduli Anak, Bagikan 1000 Masker Karakter

Menurut Nana, program ini antara lain memperbaiki warung atau tempat berjualan para mustahik, memberikan pelatihan manajemen dan memperbaiki sistem keuangan serta memberikan pendampingan manajemen.

Selain itu, setiap Z-Mart juga dilengkapi dengan platform pembayaran digital melalui Payment Point Online Bank (PPOB). Fasilitas ini diharapkan bisa mempersiapkan Z-Mart sebagai warung penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Harapannya, terbentuknya sebuah gerakan untuk berbelanja di warung kelontong, sehingga omset mustahik pemilik warung akan terus meningkat,” katanya.

Nana mengapresiasi salah satu keberhasilan progam ini sudah terlihat di Z-Mart Bandung milik Yeni Febriyanti. Warungnya kini sudah mempunyai omset rata-rata Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per hari.

Baca:  Puskas Baznas Luncurkan Hasil Riset dan Kajian Sepanjang 2018

Si pemilik berinovasi mempromosikan warungnya, yakni dengan memberikan 1 kupon dari setiap pembelian jumlah tertentu.

Jika pembeli dapat mengumpulkan 10 kupon dapat ditukarkan dengan barang tertentu. Setiap hari Jumat si pemikik juga menyediakan makan gratis dan mengratiskan jajanan diwarungnya bagi jamaah salat Jumat.

“Dengan usaha tersebut, si pemilik Z-Mart Yeni yang sebelumnya adalah mustahik kini sudah bisa membayar kewajiban zakat sebesar Rp1 juta,” jelas Nana.

Nana menambahkan, pihaknya berencana mempercepat perluasan skala proram ini.

“Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Baznas Provinsi serta Baznas Kabupaten/ Kota untuk memperbanyak usaha retail mikro yang mampu menopang perekonomian keluarga di berbagai daerah lainnya,” tutur Nana. @Rudi

Baca:  Jamkrindo Syariah Percayakan Baznas Untuk Kembangkan Desa Kreatif di DI Yogyakarta