Lagi, Kekerasan Terhadap Wartawan, yang Dilakukan Oknum TNI Jelang HUT TNI

Sony Misdananto

KANALINDONESIA.COM :Kekerasan terhadap awak media kembali terulang, kali ini aksi kekerasan tersebut menimpa, Sony Misdianto, kontributor NeT TV wilayah Madiun. Menyikapi hal ini Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap Sony Misdianto. Parahya, aksi kekerasan yang sama sekali tidak menjujunjung tinggi nilai kemanusian ini dilakukan oknum TNI menjelang HUT TNI ke-71 pada 5 Oktober 2016 nanti.

“Kejadian penganiayaan wartawan di Madiun oleh oknum TNI merupakan kado buruk di HUT TNI. Ini sangat disayangkan. TNI yang seharusnya melindungi rakyat, justru berbuat keji,” ungkap Sekretaris PWI Jombang, Afairur Ramadlan.(03/10/2016)

Masih menurut Ramadlan, wartawan dalam mejalankan tugas dilindungi Undang undang (UU) Pers Nomor 40 tahun 1999. UU tersebut dengan tegas menyatakan bahwa wartawan dilindungi dari tindak kekerasan dan perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun.

Baca:  Sudahkah Anda mengenal KH. Ma’ruf Amin? Inilah Biografinya...

Namun sungguh ironis, justru oknum anggota TNI Angkatan Darat Batalyon Infanteri 501 Rider Madiun, melakukan kekerasan terhadap seorang wartawan ketika menjalankan tugasnya sebagai pewarta.

“Makanya kami mendesak agar Panglima TNI menindak tegas anggotanya yang berbuat kekerasan tersebut,” terangnya.

Ramadlan juga meminta agar pihak terkait mengusut tuntas aksi kekerasan yang dilakukan oknum TNI itu.

“Kalau pun adalah pelanggaran etika atau sengketa yang dilakukan oknum wartawan, bisa disampaikan sesuai jalur hukum yang ada, yakni UU Pers Nomor 40 tahun 1999. Bukan dengan main hakim sendiri seperti itu,” pungkasnya.(elo)