Lagi-lagi Tahanan Lapas Kabur, Dua Napi Kabur Lewat Plafon

Caption foto : ilustrasi

Penghuni binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto, kabur. Dua orang narapidana (napi) kabur dari sel isolasi, pada minggu dinihari. Mereka adalah ED (26), napi kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan DK (25), napi dengan kasus Narkoba. Keduanya merupakan napi asal Kabupaten Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Andria Diana Putra menuturkan kronologi kaburnya warga binaan lapas mojokerto tersebut. Doni yang merupakan salah satu tahan yang berhasil kabur dengan cara menjebol plafon dan menggergaji kayu atap ruang tahanan.

“Mereka merencanakan aksinya sejak empat hari lalu. Keduanya kabur dengan cara menjebol plafon dan menggergaji kayu atap ruang tahanan,” ungkap Adriana.(03/10/2016)

Baca:  Sebuah Kios Sembako di Pasar Desa Bandaran Pamekasan Ludes Terbakar

Masih menurut Kasat, dari keterangan Doni, gergaji kayu yang digunakan untuk melarikan diri tersebut sudah ada sebelumnya. Doni juga mengaku tidak mengetahui dari mana benda-benda tersebut berasal. Namun dari pengakuan Doni, benda-beda berupa gergaji, senjata tajam (sajam), tiga buah handphone, charger serta tinta tato dari kekasih Unyil.

“Kami masih mendalami siapa yang memasukan benda-benda tersebut ke Lapas. Pengirim alat masih kami dalami, dari pengakuan yang bersangkutan, pengirimnya adalah pacarnya napi Unyil (ED). Dari tangan yang bersangkutan, kami amankan barang bukti berupa tiga buah ponsel, charger, gergaji kayu, sebotol tinta tato dan sebuah pisau,” katanya.

Kasat menambahkan, setelah berhasil diamankan, napi yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara ini langsung dikembalikan ke Lapas Klas IIB Mojokerto. Menurutnya, pihak Lapas yang akan menentukan sanksi terkait aksi kabur Doni dari sel isolasi. Doni ditempatkan di sel isolasi, lanjut Kasat, setelah bertengkar dengan napi lainnya.

Baca:  Bakesbangpol Hadirkan Mantan Napiter Jadi Narasumber Sarasehan Wasdin

“Saat ini, kami fokus melakukan pengejaran terhadap ED, napi kasus narkoba yang mengajak DK kabur. Soal apakah ada keterlibatan oknum dalam, itu kewenangan internal pihak Lapas. Namun sejauh ini belum ada indikasi keterlibatan petugas Lapas Klas IIB Mojokerto terkait kaburnya dua napi tersebut,” pungkasnya.(elo)