Tolak Eksplorasi Migas PT Lapindo, Warga Desa Blimbing Pasang Spanduk

Spanduk penolakan yang dipasang warga di Desa Blimbing

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  :Merasa trauma dengan adanya bencana alam berupa luapan lumpur akibat dari pengeboran minyak di Sidoarjo. Warga Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menolak rencana eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) yang akan dilakukan PT Lapindo Brantas Inc, Selasa, (07/08).

Penolakan warga ini dilakukan dengan cara memasang spanduk di beberapa sudut Jalan Desa. Salah satu spanduk penolakan dipasang warga di depan sebuah Surau atau Mushollah Al -Amin, di Dusun Buluklor.

Spanduk dengan warna merah dan hitam dipasang persis dibagian depan atas dengan tulisan “Jika Tidak Berani Bertanggung Jawab Kalau Terjadi Bencana, Jangan Ngebor Disini!!”.

Selain tertulis dengan nada meminta pertanggung jawaban, di bagian bawah juga ditulis “Selesaikan dulu masalahmu di Sidoarjo, kami tidak mau bernasib sama”, terpampang dengan huruf cukup besar. Bahkan sebagian spanduk, juga dipasang di area dekat lokasi proyek yang kini sudah berjalan, yakni proses pengurukan lokasi.

Salah satu warga Dusun Kedondong, Dady (30), mengatakan, pemasangan spanduk dilakukan demi meminta pertanggung jawaban kepada pihak-pihak terkait baik pemerintah setempat hingga pihak PT. Lapindo Brantas Inc. Sebab, sejumlah dialog dan pertemuan yang pernah digagas dan dilakukan, sama sekali belum ada realisasi.

“Iya, ini sengaja kami pasang karena kami belum mendapatkan jaminan dari PT. Lapindo soal jaminan keselematan Desa kami. Eh justru proyek sudah berjalan,” ujar Dady, pada sejumlah jurnalis, Selasa (7/8/2018).

Dady, perwakilan Forum Warga Peduli Lingkungan & Agraria (FORWAPALA) Desa Blimbing, mengatakan, rencana ekplorasi migas yang dilakukan PT. Lapindo, di Desa Blimbing, sudah cukup mambuat warga resah karena dihantui kecemasan. PT. Lapindo Brantas, yang kini berencana ekplorasi Migas di Desa mereka, mempunyai catatan kelam saat melakukan eksplorasi di wilayah Porong – Sidoarjo, pada 29 Mei 2006 lalu.

“Intinya sudah pernah kami sampaikan pada dialog tanggal 4 Juli 2018 lalu, yang dihadiri pihak SKK Migas, PT. Lapindo Brantas, Dinas Lingkungan Hidup, BPN Kab. Jombang, serta unsur pimpinan Kecamatan Kesamben. Kami meminta kepada pihak-pihak itu, memberikan jaminan bila sewaktu-waktu terjadi bencana seperti di Sidoarjo. Nah kalo tidak, kami akan tetap menolak karena kami tidak mau Desa kami tenggelam,” pungkasnya.

PT. Lapindo Brantas mengantongi izin Upaya Kelola Lingkungan (UKL) di wilayah Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Izin No.188.4.45/128/415.10.3.4/2018, dikeluarkan dan ditandatangani Pjs Bupati Jombang, Setiajit, pada 26 Februari 2018 lalu.

Rencana operasi pengeboran migas dan Drilling Site Preparation (DSP), juga sudah dilakukan survey baik oleh pihak SKK Migas dan pihak PT. Lapindo Brantas Inc di area operasi pengeboran pada 25-26 Juli 2018, kemarin.(elo)