Buntut Pengeroyokan Wartawan Danyon 501 BY Minta Maaf

Soni Misdananto saat menjalani visum di RSUP Madiun

KANALINDONESIA.COM : Buntut pengeroyokan dilakukan oknum anggota TNI dari Batalyon 501 Bajra Yudha (BY) Kota Madiun, menimpa kontributor Net TV Sony Misdananto, terus bergulir. Akhirnya, Komandan Yon 501 BY Letkol Inf Tedy Aulia, Minggu (02/10/2016) sekitar pukul 23.00 malam secara terbuka minta maaf atas insiden itu.

“Saya selaku Danyon secara tulus minta maaf atas insiden itu, sejak insiden terjadi. Saya berharap bisa diselesaikan secara kekeluargaan, agaknya insiden itu dibawa ke ranah hukum. Jika itu terjadi, maka hukum menjadi panglima tertinggi, hal itu terjadi akibat ketidaktahuan anggota dilapangan bersangkutan wartawan ” ujar Danyon 501 BY..

Baca:  Polda Jateng Menggelar Rekontruksi Pembuatan Pil PCC

Ia juga menjamin anggota Yon 501 tidak mengulangi perbuatan itu terhadap wartawan.

“Saya jamin anggota tidak akan melakukan intimidasi atau tindakan tidak terpuji terhadap wartawan. Mereka dilapangan merupakan anggota diperbantukan lakukan pengamatan 1 Syuro. Jadi mereka sepenuhnya dibawah kendali Ka Polres Madiun Kota,” tandasnya.

Sementara itu. Ka Biro Net TV Jatim Mustika Muhammad menyatakan sesuai arahan dari kantor pusat, agar insiden itu diproses secara hukum. Maka itu, lapor PM Madiun dan Dewan Pers,” ujarnya.

Namun, hingga pukul 24.00, baik Sony dan Mustika berada diruang Dan Denpom V/1 Madiun Letkol CPM Moh Sawi tidak kunjung keluar.

Dalam ruangan juga terdapat Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Purnomo, Danyon 501 BY dan lainnya. Rencananya, Sony dan Mustika melaporkan insiden itu ke Denpom V/1 Madiun, sekitar pukul 00.30 dini hari (Senin, 03/10/2016) usai membuat laporan, Sony menjalani pemeriksaan untuk dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hingga 09.50 tidak kunjung usai.

Baca:  Ban Kempis, Uang Puluhan Juta Dalam Mobil Lenyap

Dilaporkan, Sony saat melakukan peliputan ada insiden rombongan pesilat hendak meninggalkan Kota Madiun, sempat melakukan aksi ugal-ugalan, menabrak pemakai jalan lain.

“Saya mengetahui kejadian itu, langsung berhenti mengabadikan. Sejurus itu, datang sejumlah anggota Yon 501 memukuli anak itu ” jelasnya.

Sejurus itu, tambahnya, mereka tahu aksi direkam langsung menghampiri dan menanyakan.

“Saya jawab wartawan Net TV, tapi tetap saja kamera diminta. Lalu, memori card dicabut dan dipatahkan. Tidak lama, kepala masih memakai helm dipukul, saat itu juga terasa gelap dan beberapa pukulan mendarat di wajah serta pinggang,” jelasnya.(AS)