Satpol PP Razia Anak Punk, Empat Belas terjaring tiga diantaranya cewek

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Satuan Polisi Pamong Praja Lamongan merazia keberadaan anak punk yang biasanya berseliweran di Lamongan yang kadang ulah mereka dirasa mengganggu ketertiban dan ke nyamanan masyarakat, hasilnya empat belas anak punk berhasil diamankan tiga diantaranya adalah perempuan. Selasa (7/08/2018)

Kasi Operasi dan pengendalian Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan, Bambang Yustiono menjelaskan puluhan anak punk yang diamankan tersebut saat berada di depan RSUD dr. Soegiri Lamongan, selanjutnya langsung digelandang ke Kantor Satpol PP Lamongan.

“Dari laporan masyarakat yang merasa resah mengenai keberadaan anak punk tersebut, anggota langsung kita turunkan, kali ini terjaring 14 anak 3 diantaranya perempuan,” jelas Bambang Yustiono.

Baca:  Inginkan Kesembuhan Ibunya, Seorang Bocah di Lamongan Nekat Buat Surat kepada Presiden

Setelah dilakukan pendataan, anak punk yang terjaring razia tersebut selanjutnya akan di serahkan ke dinas sosial guna mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Setelah kita lakukan pendataan mereka langsung kita serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Lamongan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Bambang menegaskan pihaknya akan terus melakukan razia terhadap anak punk yang ada di Lamongan sebagai upaya menjaga dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat Lamongan

“Untuk selanjutnya kita akan melakukan razia serupa di beberapa titik yang disinyalir sebagai tempat nongkrong anak punk sebagai upaya untuk memberikan rasa nyaman masyarakat” tegas Bambang.

Dari data yang dihimpun petugas kebanyakan dari mereka yang terjaring razia rata-rata masih berumuran anak sekolah sehingga kedepan diharapkan pemerintah bisa memfasilitasi serta memberikan pembinaan berupa ketrampilan.

Baca:  Jika Dipercaya Rakyat, Ra Nasih Siap Sebagai  Bangkalan 1

“sebagai upaya selanjutnya nanti diserahkan ke Dinas Sosial Jawa Timur untuk mendapatkan pembinaan bisa berupa pemberian keterampilan bagi mereka sehingga diharapkan mendapatkan ilmu dan keterampilan berwirausaha serta keberadaan mereka bisa diminimalisir” pungkas Bambang Yustiono. (omdik/fer/bis)