Karyawan RSUD Jombang Donor Darah Masal

karyawan RSUD Jombang saat melakukan donor darah di Ruang Hatta

JOMBANG :Ratusan karyawan RSUD Jombang melakukan donor darah, di ruang Hatta RSUD Jombang, pada Rabu (8/8/2018).

Hal ini dilakukan secara rutin, setiap tiga bulan sekali, oleh pihak RSUD Jombang dengan Dharmawanita persatuan RSUD Jombang, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Jombang, Jawa Timur.

“RSUD Jombang itu mengagendakan donor darah masal secara rutin, tiap tiga bulan. Kami bekerjasama dengan Dharmawanita persatuan RSUD Kabupaten Jombang untuk berkontribusi pada stok darah di Kabupaten Jombang, secara rutin,” ujar Direktur RSUD Jombang, Dr Pudji Umbaran, pada sejumlah jurnalis.

Saat ditanya apakah nanti hasil donor darah ini akan diberikan pada korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dr Pudji yang juga merupakan Pelaksana tugas (Plt) Dinas kesehatan Kabupaten Jombang, mengatakan bahwa mengenai bantuan tersebut, nanti pihaknya akan berkordinasi secara intens dengan lembaga terkait.

“Kalaupun nanti PMI sebagai kolektor darah yang kita kontribusikan itu ada kelebihan stok di Kabupaten Jombang, kemudian dikirimkan ke Lombok, itu adalah hal yang sangat mulia dan sangat bagus sekali,” terang Pudji.

Masih menurut penjelasan Pudji, namun hal itu akan dilakukan dengan catatan, bahwa kebutuhan darah di Jombang, memang sudah tercukupi dan stok darah yang lebih bisa saja dikirim ke korban gempa Lombok.

“Tetap harus kebutuhan di Jombang tercukupi dulu, dan jangan sampai kebutuhan di Jombang masih kurang, darah sudah terlanjur dikirim ke Lombok, ketika ada permintaan pasien yang membutuhkan darah, namun tidak ada ini nanti bisa jadi masalah. Jadi harus ada kordinasi yang sangat cantik, sangat indah yang betul-betul itu menyelamatkan semuanya, mulai dari sisi pelayanan, maupun keselamatan pasien,” tegasnya.

Ditanya lebih lanjut, apakah ada rencana untuk mengirimkan tenaga medis ke Lombok, pihaknya mengatakan bahwa mengenai bantuan tenaga medis akan dilakukan kordinasi lebih lanjut dengan sejumlah organisasi profesi, dikarenakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jombang, harus tetap diutamakan.

“Kami mencoba berkordinasi dengan IDI, maupun PPNI, kita akan diskusikan. Karena sebenarnya kita sangat ingin membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Lombok, agar kesehatannya tetap bisa kita bantu, termasuk segala sesuatunya terkait kebutuhan tenaga maupun obat-obatan. Namun tetap kita harus kordinasi dengan baik, sehingga pelayanan kesehatan di Jombang bisa tetap terjaga,” tukasnya Pudji.(elo)