Bekuk Bandar Asal Mojokerto, Polisi Amankan 26 Ribu Butir Pil Koplo

AKP Mukid saat melakukan pers rilis tangkapan bandar narkoba asal Mojokerto dengan barang bukti 26 butir pil koplo

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Jajaran Satresnarkoba Polres Jombang, berhasil mengamankan seorang bandar pil koplo, asal Mojokerto. Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan puluhan ribu butir pil koplo siap edar.

Penangkapan Eko (38) alias Gibas bandar pil koplo asal Mojokerto ini, merupakan hasil pengembangan yang dilakukan petugas, terhadap jaringan tersangka yang ada di Jombang. Untuk menghindari kecurigaan, Eko setiap harinya berpura-pura menjadi seorang kuli bangunan.

“Kita berhasil mengamankan GB, seorang bandar pil koplo, yang sering beroperasi di Jombang. Dari tangan tersangka kita amankan 26 ribu butir pil koplo. Tersangka setiap harinya bekerja sebagai kuli bangunan,” ujar Kasat Resanarkoba Polres Jombang, AKP M. Mukid, pada sejumlah jurnalis, Rabu (8/8/2018).

Masih menurut keterangan Mukid, dari pengakuan tersangka barang haram tersebut tersangka dapatkan dari Mojokerto. Dan setiap transaksi tersangka bisa meraup keuntungan 400 hingga 500 ribu.

“Sudah diakui tersangka bahwa barang ini adalah pil koplo. Pada saat penggerebekan, yang bersangkutan menyampaikan bahwa barang ini ia dapat dari Mojokerto. Keuntungan yang didapat tersangka, mulai dari 400 hingga 500 ribu setiap kali transaksi,” terang Mukid.

Lanjut Mukid, modus operandi yang dilakukan tersangka dalam melakukan transaksi, pil koplo. Dilakukan dengan system ranjau. Dan bisnis ini sudah dilakukan tersangka selama satu tahun.

“Modusnya dengan cara di ranjau, jadi komunikasi melalui HP, bayar uang, selanjutnya barang diambil disuatu tempat, jadi janjian dulu antara pembeli dan tersangka. Pada petugas tersangka mengaku sudah satu tahun menggeluti usaha ini,” ungkap Mukid.
Atas perbuatannya, tersangka kini harus meringkuk di sel tahanan Polres Jombang, untuk kepentingan lebih lanjut.

“Tersangka dijerat dengan pasal 196 Undang-undang nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara,” tukas Mukid.
Kini polisi, masih terus mendalami dan memburu jaringan pemasok utama pil koplo pada tersangka, yang diduga kuat berada di wilayah sekitar Mojokerto.(elo)