Sebanyak 11 Bidang Lahan Tol di Eksekusi Tanpa Perlawanan

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Pengadilan Negeri (PN) Kendal kembali melakukan eksekusi terhadap lahan yang terdampak pembangunan jalan tol Batang-Semarang di Kabupaten Kendal, Rabu (8/8).

Eksekusi yang dilakukan terhadap rumah dan tanah di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong. Eksekusi berlangsung tanpa perlawanan dari pemilik rumah yakni Surati.

Namun, sejumlah warga yang menolak penggusuran itu, bertahan di dalam rumah membawa poster. Bahkan mereka ada yang naik ke atap rumah sambil membentangkan spanduk.

Petugas pun memaksa masuk dan suasana sempat tegang, karena warga enggan meninggalkan rumah. Petugas dari PN Kendal tetap membacakan perintah pengosongan dan meminta polisi untuk mengosongkan rumah.

‘’Saya hanya ingin menyampaikan dengan pemilik rumah. Maka dari itu selain pemilik rumah silakan keluar,’’ kata Soedi Panitera PN Kendal.

Soedi menambahkan, Sekitar 60 bidang lahan dimana uang ganti rugi yang dititipkan ke PN Kendal belum diambil pemiliknya.

‘’Masih ada sekitar 60 bidang yang uang ganti rugi belum diambil pemiliknya,’’ tutur dia.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Batang Semarang, Tendi Hardianto, mengatakan ganti rugi sudah seluruhnya dilakukan. Ia menjelaskan, pemilik rumah mendapat ganti rugi sekitar Rp 340 juta.

’Sebanyak 11 bidang itu terdiri atas enam tanah dan lima tanah berikut bangunan. Informasi yang kami terima, pemilik rumah dari empat bangunan lainnya siap membongkar rumahnya. Namun, kami tetap lihat di lokasi. Jika tidak dibongkar, terpaksa kami eksekusi,’’ jelasnya.(eko)