Perkosa Gadis Belia, Warga Ngawi Ditangkap Polisi

MCA alias KW salah satu terduga pemerkosa gadis belia diamankan Polsek Paron

KANALINDONESIA.COM ; Unit Reskrim Polsek Paron, Ngawi menangkap MCA (19) dan ME (20) keduanya berasal dari Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Ngawi, Jawa Timur karena dilaporkan telah melakukan upaya pemerperkosaan terhadap gadis belia ditengah kuburan, Senin (03/10/2016).

Petugas terpaksa menangkap keduanya setelah diduga sebagai pelaku pemerkosaan terhadap DK gadis belia berusia 14 tahun asal Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, ditengah kuburan yang lokasinya tidak jauh dari rumah kedua pelaku pada Sabtu (24/09/2016) lalu.

MCA berhasil ditangkap dalam posisi tidur dirumah temanya sedangkan ME tidak berkutik ketika disergap petugas sewaktu bekerja sebagai karyawan salah satu toko bangunan di Dusun Kerten.

Baca:  Polsek Kedunggalar Ngawi Amankan Pelaku Ilegal Loging di Hutan Begal

“Kedua pemuda sebagai terduga pelaku pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur saat ini sudah dikantor dan langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif,” tegas Kapolsek Paron AKP Wayan Murtika, Senin (03/10/2016).

Disebutkan dia, penangkapan terhadap MCA dan ME mendasar laporan dari PRM seorang perempuan yang tidak lain bibi korban pada Rabu pekan kemarin, (28/09). Dalam laporanya itu dengan register LP/35/IX/ 2016/Jtm/Res Ngw/ Sek Prn disebutkan, DK selaku familinya mendapat perlakuan tidak senonoh dari MCA dan ME di kuburan Poteker masuk Dusun Kerten, Desa Teguhan.

“Korban ini termasuk cucu saya menjadi korban pemerkosaan kedua pelaku itu. Makanya saya menuntut hukum seberat-beratnya biar kapok karena apapun alasanya cucu saya telah dinodai,” terang PRM saat dijumpai dirumahnya oleh awak media, Senin (03/10).

Baca:  Presiden dan Ibu Iriana Seruput Kopi di Benteng Van den Boscha

Beber PRM, dirinya baru tahu kejadian yang menimpa DK setelah cerita dari MSR (16) yang merupakan teman cowok korban. Tidak mau membuang waktu lagi PRM pun langsung bertanya kepada korban apakah benar apa yang diceritakan MSR tersebut. Dengan menangis DK sedikit demi sedikit membeberkan kejadian yang menimpanya.

Diterangkan korban, saat kejadian dirinya tengah berboncengan dengan teman cowoknya MSR dalam perjalanan pulang usai mengunjungi pengajian Mafia Sholawat bersama Gus Ali Gondrong dilapangan Kecamatan Kendal. Setelah sampai di jalan masuk Desa Gentong mendadak dirinya dicegat oleh MCA dan ME. Dibawah paksaan itulah, korban menuruti kemauan kedua orang terduga pelaku baik MCA maupun ME untuk melayani nafsu bejatnya tanpa alas apapun atau diatas tanah gundukan kuburan.

Baca:  Buron 4 Bulan, Pelaku Ileggal Logging Asal Madiun Diciduk Anggota Polsek Sukorejo Ponorogo

Masih penuturan korban, dirinya dipaksa untuk melayani selayaknya hubungan suami istri selama hampir 4 jam lamanya mulai pukul 24.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB dini hari. Nafsu bejat yang dilakukan kedua orang terduga pelaku dilakukan secara bergantian.(dik)