Plt Kadinkes Jombang :Di Jombang Tak ada Imunisasi Rubella

Plt Kadinkes Jombang, Dr Pudji Umbaran, saat ditemui sejumlah jurnalis di kantorny

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Marak beredar kabar adanya imunisasi rubella di Jombang, Jawa Timur, Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Jombang, Dr Pudji Umbaran, meluruskan kabar tersebut, menurut Pudji, imunisasi tersebut hanya dilakukan di luar pulau, dan di Jombang tidak ada imunisasi rubella.

“Di Jombang tidak ada imunisasi Rubella, adanya di luar Jawa karena Outbrik nya terjadi di luar Jawa,” ujar Pudji, saat ditemui sejumlah jurnalis, Kamis (9/8/2018).

Sedangkan, lanjut Pudji, adanya imunisasi yang saat ini, dilakukan oleh sejumlah tenaga medis di sekolah-sekolah maupun Posyandu, adalah imunisasi Difteri tahap dua.

“Saat ini kita lakukan Imunisasi Difteri, ini adalah Outbrik Respondenisasi Imunisasi (ORI) terhadap penyakit Difteri tahap dua, karena akhir 2017 dan awal 2018 kemarin Jombang sempat terjadi wabah difteri, Jawa Timur pada umumnya terjadi wabah, sehingga Kementrian Kesehatan mewajibkan untuk melakukan imunisasi,” terang Pudji.

Masih menurut penjelasan Pudji, ORI Difteri ini dilakukan pada anak usia 1 sampai 19 tahun, dan dilakukan imunisasi sebanyak tiga kali.

“Tahap satu sudah selesai dengan capaian 95 %, dan saat ini dilakukan tahap yang kedua dengan sasaran usia 1 sampai 19 tahun, untuk imunisasi difteri. Imunisasi ini dilakukan di semua sekolah yang ada usia sasarannya, termasuk di Pondok pesantren,” paparnya.

Saat ditanya jumlah kasus Difteri yang ada di Kabupaten Jombang, pihaknya mengatakan bahwa selama ini ada 7 kasus, dan kesemuanya bisa tertangani dengan baik.

“Yang jelas kita sudah melakukan pelayanan isolasi kasus difteri, sesuai dengan protap yang ada. Kemudian kita juga confirm ke laborat Lapesda dan ada yang positif difteri. Tapi Alhamdulillah saat ini sudah tidak ada, dan waktu itu juga Alhamdulillah tidak terjadi penularan. Kira-kira ada 5 sampai 7 pasien difteri,” terang Pudji.
Meski ada satu orang penderita yang dirawat secara khusus. Bahkan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dr Soetomo, Surabaya.

“Alhamdulillah semua tertangani dengan baik dengan tidak ada yang meninggal. Bahkan koplikasi jantung pun tidak ada. Memang ada satu pasien yang agak mengkhawatirkan dan waktu itu kita kirim ke Dr Soetomo, kasusnya Dewasa,” pungkas Pudji.(elo)