Trampil Bahasa Inggris, Dua Mahasiswa Disibilitas Ini Disuport WA

Dua Mahasiswa Disabilitas saat sesi foto bersama dengan teman satu kelas di Pyramid Engglis Course, di Kampung Inggris Pare Kediri

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Dua mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus (Disabilitas) yakni, Alfian (21) mahasiswa semester 5 UNAIR dan Ayu (25) mahasiswa UNESA semester 3, kini mempunyai ketrampilan baru, yakni mahir dalam berbahasa Inggris.

Ketrampilan baru dua mahasiswa tuna netra ini, tak lepas dari support Warkop Aspirasi (WA), yang selama ini, memberikan biaya kursus, serta memenuhi kebutuhan hidup, selama kursus di Pyramid Engglis Course, di Kampung Inggris, Pare, Kediri.

Hal ini diungkapkan oleh pendiri WA, Faizuddin Fil Muntaqobat, menurut pihaknya, aksi penggalangan dana (red : fundraising) adalah proses pengumpulan kontribusi sukarela dari berbagai sumber, untuk kegiatan social, khususnya untuk kelompok disabilitas, yang selama ini dinaungi oleh WA.

“Alhamdulillah, kedua mahasiswa ini, bisa kita support melalui fundraising, dari berbagai sumber, termasuk WA,” ujar Faizuddin, pada sejumlah jurnalis, Kamis (9/8/2018).

Selain aksi fundraising untuk kedua mahasiswa itu, lanjut Faiz, kegiatan social laninya, yakni bantuan pada rekan-rekan disabilitas, untuk memperbaiki ekonomi, dengan membuka WA di depan RSUD Jombang.

“Kita juga memberikan bantuan modal untuk teman-teman disabilitas, agar bisa membuka WA di depan RSUD. Ini merupakan upaya untuk memeratakan kesejahteraan teman-teman disabilitas,” ungkap Faiz yang juga merupakan pembina Ikatan Penyandan Cacat (IPC) Jombang.

Dua mahasiswa yang juga merupakan pengurus Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Jombang, ini memang sengaja dipilih untuk mendapat bantuan kursus bahasa Inggris di kampong inggri, dengan tujuan agar keduanya mampu meningkatkan kemampuannya di bidang bahasa, dan sekaligus bisa memajukan Pertuni.

“Keduanya memang sengaja dipilih, untuk menerima bantuan pembiayaan kursus di Pare, dengan tujuan agar keduanya bisa memajukan dan membanggakan kaum disabilitas, yang selama ini masih dianggap minoritas,” terang Faiz.

Saat ditanya apa yang menjadi harapannya kedepan, dengan ketrampilan baru yang dimiliki kedua mahasiswa tersebut, Faiz menuturkan bahwa kedepan, program-program social WA bisa dirasakan oleh sejumlah pengurus dari Pertuni, yang lain.

“Harapannya kedepan program-program sosial WA, dapat dirasakan anggota Pertuni yang lainnya khususnya untuk usia pelajar sehingga dapat kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, seperti dua rekannya yang Alhamdulillah sudah trampil berbahas inggris,” pungkas Faiz.(elo)