Komunitas Wartawan Gresik Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

KANALAINDONESIA : Maraknya aksi kekerasan terhadap wartawan yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, membuat para kuli tinta yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Gresik (KWG) memberikan pernyataan sikap.

Para wartawan yang ada di Gresik, Jawa Timur menuntut, supaya upaya-upaya kekerasan yang menimpa terhadap rekan-rekan satu profesinya di beberapa daerah, untuk dapat segera diakhiri dan tidak sampai terulang di kemudian hari.

“Semoga saja, kejadian yang menimpa salah satu rekan kami, Sony Misdananto di Madiun, dapat menjadi kejadian terakhir tindak kekerasan terhadap profesi wartawan. Karena sudah jelas dan tegas, jika profesi wartawan itu dilindungi oleh undang-undang,” tutur koordinator aksi Deni Ali Setiono, Senin (3/10/2016).

Tidak sekedar mengeluarkan pernyataan sikap dan membagikan selebaran kepada para pengguna jalan yang tengah melintas di Jalan Basuki Rahmad, Gresik. Namun acara tersebut juga sempat mempertontonkan aksi teatrikal, bagaimana seorang wartawan dianaya oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya.

Baca:  Harga Bawang Merah Naik

Tontonan yang sempat mengundang perhatian warga setempat dan para pengguna jalan yang tengah melintas. Di mana beberapa pengguna jalan, sempat berhenti sejenak untuk melihat aksi teatrikal tersebut.

“Aksi ini, buntut dari rasa prihatin kami atas apa yang menimpa oleh rekan-rekan kami, yang dalam menjalankan tugasnya dianiaya dan mendapat intimidasi dari oknum tidak bertanggung jawab. Lebih-lebih dari aparat penegak hukum, yang seharusnya melindungi semua lapisan masyarakat,” sahut salah satu pemeran aksi teatrikal, Sahlan Kurniawan.

Terbaru, aksi kekerasan kepada wartawan menimpa wartawan Net TV Madiun, Sony Misdananto (30), ketika meliput kasus kecelakaan lalu lintas saat konvoi pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), dalam kegiatan perayaan 1 Suro (1 Muharam) di Madiun, Minggu (2/10/2016) siang.

Baca:  Pasutri Curi HP di Mojokerto, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Saat itu, ia dipukul dan ditendang hingga dirusak kameranya oleh sejumlah oknum berseragam anggota TNI Angkatan Darat, yang ditengarai dari Yonif Para Raider 501. Sony dipukul hingga lebam dan mengalami memar di bagian pipi kiri sebelah bawah. Tidak hanya itu, kamera dan memori kartu Sony juga dirusak.

“Kami juga berharap, kasus yang cukup merugikan para wartawan dapat diusut tuntas dan dapat diproses dengan seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku,” kecam Sugiyono, wartawan Surya Gresik dalam orasinya.

Dalam selebaran yang dibagikan kepada warga dan para pengguna jalan yang tengah melintas, KWG menyatakan sikap, mengutuk keras tindakan kekerasan oknum TNI terhadap insan pers, mendesak Panglima TNI Jenderal Gatot Numayanto melalui lembaga terkait untuk menindak dan menghukum oknum yang terlibat, serta mendesak pemerintah dalam mengembalikan tugas TNI sesuai fungsi sebagai pertahanan Negara.

Baca:  Panglima TNI : Tidak Ada Batas Antara TNI dan Wartawan

Selain itu, KWG juga mendorong Dewan Pers dan juga Komnas HAM untuk mengusut tuntas dan tegas setiap tindakan yang mengancam keselamatan wartawan, serta berharap agar kejadian kekerasan kepada jurnalis tidak akan kembali terulang di kemudian hari.(lan)