Aksi Penggalangan Dana Peduli Korban Gempa Lombok di Pamekasan Terus Bergulir

Dok. Foto Pribadi, Ket Foto: Berkumpul, Para Pelajar dari Organisasi SISPALA Arjuna Pamekasan menghitung Hasil Penggalangan Dana Peduli Korban Gempa Lombok di Areal Taman Bunga Arek Lancor Pamekasan

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM
Aksi solidaritas peduli terhadap korban gempa lombok disetiap daerah Indonesia, hingga saat ini terus bergulir. Seperti halnya Di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Minggu 12 Agustus 2018, Kelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi SISPALA ( Siswa Pencinta Alam) Arjuna, menggelar aksi solidaritas penggalangan dana.

Aksi penggalangan dana untuk korban gempa lombok yang dilakukan oleh Sispala Arjuna pamekasan, berlangsung sejak pekan lalu dan akan berakhir pada sore hari nanti, minggu 12/08/2018. Dana yang berhasil dikumpulkan dalam pelaksanaan aksi penggalangan dana selama sepekan tersebut, tercatat sebesar Rp. 21 Juta.

“Dana yang terkumpul itu nantinya akan kita kawal untuk disalurkan guna tepat sasaran melalui Lanut Abdurrahman Saleh Malang yang dikordinatori oleh BPBD Jatim bekerjasama dengan TNI POLRI di Lombok,” kata Budi Cahyono, Supervisor Pusdalops PB BPBD Pamekasan, minggu (12/08).

Gempa pada hari Minggu (5/8/2018) yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mengakibatkan ratusan korban jiwa melayang dan ribuan rumah luluh lantah. Lokasi setempatpun, menjadi terisolir akibat peristiwa tersebut.

Sementara seperti yang dilansir dari berbagai media, bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban gempa Lombok Nusa Tenggara Barat yang meninggal dunia bertambah menjadi 387 orang.

Keterbatasan peralatan membuat penyelamatan dan pencarian korban gempa pekan lalu yang terserak di seantero Nusa Tenggara Barat, berjalan lambat, dan dicemaskan masih banyak korban yang tertimbun reruntuhan. Namun yang cukup memunculkan kebingungan bagi berbagai pihak adalah data jumlah angka korban yang berbeda-beda.

“Diperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/8/2018), seperti dikutip Antara.

Hingga saat ini, bentuk kepedulian masyarakat Indonesia dari berbagai daerah berupa bantuan kemanusian peduli terhadap korban gempa lombakpun, kian terus bergulir. Bahkan, bantuan kemanusian juga mengalir dari Luar Negeri. (Nang/Ifa).