4 Orang CJH Asal Jombang Gagal Berangkat

calaon jemaah haji (CJH) asal Jombang, yang akan diberangkat ke tanah suci

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Semula Calon Jamaah Haji (CJH) asal Jombang yang akan diberangkatkan ke tanah suci ada 1.117 kini berkurang menjadi 1.113.

Hal ini dikarenakan ada dua orang yang dinyatakan meninggal di Kloter 78. Awalnya ada 227 orang. Namun, karena dua Jamaah dinyatakan meninggal dunia, maka yang berangkat hanya 225 orang.

“Kloter 78, jumlah sebenarnya 227, yang dua wafat, satu atas nama Ibu Istiqoidah, dan satu lagi Ibu Junaidah. Yang satu kini sudah diganti oleh ahli waris karena aturan waris baru ada tahun ini. Tapi pada saat pengurusan paspornya ‘ndak’ bisa, dan visanya tidak turun. Sementara satu lagi, ahli warisnya memilih mutasi ke Mojokerto,” kata kepala Kementrian Agama (Kemenag) Jombang, Abdul Haris, pada sejumlah jurnalis, Senin (13/8/2018).

Sedangkan di kloter 79 ada dua yang dinyatakan gagal karena satu orang mengundurkan diri, dan satu orang gagal berangkat dikarenakan sakit.“Dua lagi di Kloter 79 yang gagal berangkat karena sakit dan mengundurkan diri. Satu atas nama Ibu Riatun dan satu lagi atas nama Bapak Abd. Ghofur,” papar Haris.

Jumlah CJH, di Jombang mencapai 1.113, dengan rincian CJH Laki-Laki 485, dan JCH perempuan 628, yang terbagi dalam tiga Kelompok Terbang, yakni, 78,79, dan 80.
“Jadi total CJH Laki-Laki Jombang ada 485, dan JCH perempuan sebantak 628, jadi secara keseluruhan ada 1.113,” ujar Haris.

Pemberangkatan CJH asal Jombang ini dilakukan secara bertahap. Tahap awal, sebanyak 225 untuk Kloter 78 diberangkatkan pada minggu sore. Sementara dua Kloter berikutnya, akan diberangkatkan pada Senin, Pagi (13/08/2018).

Selain itu Kemenag Jombang, juga menghimbau pada para CJH untuk, mewaspadai aksi penipuan, gendam dan copet yang kini diduga mulai marak di Arab Saudi. Modus yang sering digunakan, yakni dengan mengajak mencium Hajar Aswad, dengan dikenakan tarif tertentu.

“Baru kami peroleh informasi. Dan kami sudah sampaikan ke seluruh jamaah kita, bahwa saat ini sepertinya banyak aksi penipuan-penipuan yang terjadi di Arab Saudi. Seperti penipuan dengan cara gendam hingga copet,” terang Haris.

Masih menurut penjelasan Abdul Haris, dengan perkembangan kabar tersebut, pihaknya menghimbau kepada seluruh Jamaah Haji asal Jombang benar-benar berhati-hati terutama kepada orang-orang yang tidak dikenal. Terlebih mereka yang menawarkan jasa untuk memberikan bantuan layanan apapun kepada Jamaah Haji. “Jamaah kita harap selalu hati-hati betul soal ini,” katanya.

Selain mewaspadai aksi penipuan dan copet, para jamaah juga diminta terus menjaga Kesehatan. Cuaca panas yang terjadi saat ini d Arab Saudi, memungkinkan para jamaah bisa terkena luka bakar.

“Para jamaah haji yang sudah datang banyak yang tidak memahami kesehatan, sehingga ketika berada di Masjidil Haram, itu diteruskan keluar, sehingga banyak diantaranya mengalami kaki terbakar atau melepuh,” tukas Haris.

Tangis pecah, saat para jamaah dan keluarga saling melepas rindu sebelum mereka dilepas secara simbolik oleh Plt, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, menuju Bandara Juanda Surabaya.

Para CJH dan keluarga, nampak saling berpelukan melepas perpisahan mereka. Disatu sisi, beberapa keluarga jamaah yang tidak bisa masuk ke area Pendopo akibat dibatasi, nampak melambaikan tangan sembari menitikkan air mata.(elo)