Tidak Ada Perhatian, Buang Sampah di Jembatan Karanggeneng Menjadi Budaya

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kebiasaan membuang sampah sembarangan meluas sampai dengan bantaran Sungai Bengawan Solo, di mana warga melemparkan sampah-sampah dari atas Jembatan Letjen Sudirman yang menghubungkan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan dengan Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.

Priyo Utomo, warga yang tinggal dekat dengan jembatan tersebut mengatakan kalau sampah-sampah tersebut sengaja dibuang oleh warga pada malam hari dengan mengendarai motor bahkan mobil.

“Mereka melemparkan bungkusan plastik sampah dari atas jembatan biasanya pada malam hari atau pagi hari sembari pergi ke pasar,” kata Utomo.

Utomo yang rumahnya tidak jauh dari lokasi jembatan tersebut menambahkan, sampah yang dibuang warga rata-rata sampah rumah tangga diantaranya pampers anak-anak dan lansia serta baran dan cairan yang mengancam ekosistem yang ada di Sungai Bengawan Solo tersebut.

Baca:  Pemerintah Lamongan Terus Geber Pasar Murah Selama Ramadhan

Pantauan Kanalindonesia.com Senin (13/8/2018), bahwa terjadi penumpukan Sampah dari berbagai jenis, baik sampah Organik dan non Organik. Dikarenakan wilayah tersebut merupakan perbatasan antar dua wilayah sehingga dengan mudah masyarakat membuang sampah tanpa ada pengawasan secara khusus dari warga atau pihak yang menaungi wilayah setempat setempat.

Keterangan Purnomo, salah satu warga setempat, tumpukan sampah di lokasi itu karena minimnya kesadaran masyarakat. Tak sedikit, warga dari lingkungan lain yang sengaja membuang sampah di tempat tersebut. “Itu yang membuang sampah dari mana-mana. Jadi, kadang orang lewat malam-malam sengaja cuma buat buang sampah,” katanya.Seharusnya, pemerintah melalui dinas terkait pun tak tutup mata dan mencari solusi dengan menyediakan bak sampah.

Baca:  Bank Indonesia Gelar Sosialisasi Program Bantuan Non Tunai di Pacitan

Selain mengganggu kenyamanan warga, tumpukan sampah menjadi pemandangan yang tak sedap dipandang mata. (omdik/fer/bis)