Usai Transaksi Narkoba, Pengedar Pil Koplo Dicokok Polisi

Barng bukti Pil Koplo

KANALINDONESIA.COM : HS alias Galepo (28), warga RT 008/RW 004 Dusun Sorak, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Gudo, Jombang, Jawa Timur harus berurusan dengan aparat petugas kepolisian yakni unit Sat Reskoba Polres Jombang. Pasalnya dari tangan Hadi ditemukan 5 ribu butir pil koplo dan 0,24 gram sabu-sabu (SS).

Pelaku pengedar barang haram ini dicokok petugas Sat Reskoba Polres Jombang di jalan Raya Dusun Jambu Desa Jabon Kecamatan Jombang, usai bertransaksi dengan dua orang kurir yang sudah diketahui identitasnya. Selanjutnya, pelaku berikut barang bukti diamankan ke Polres Jombang guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti menuturkan, penangkapan tersangka bermula dari informasi warga. Yakni terkait adanya transaksi narkoba yang dilakukan seorang pengedar dengan kurir. Ciri-cirinya, pengedar mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam bernopol AG 3535 DA.

Baca:  Satreskrim Polres Jombang, Bongkar Kasus Curanmor dan Pemalsu STNK

Menindak lanjuti hal tersebut Polisi kemudian bergerak ke Jalan Dusun Jambu. Di lokasi, polisi berpapasan dengan pelaku dan langsung dihentikan. Awalnya, HS mengelak tudingan petugas. Namun setelah dilakukan penggeledahan, dia tidak bisa berkutik. (05/10/2016)

Karena polisi menemukan 5.000 butir pil koplo yang terbagi dalam lima bungkus plastik. Selain itu polisi juga mendapatkan satu plastik klip sabu dengan berat 0,24 gram.

Untuk mengelabui petugas, kristal haram itu dibungkus grenjeng rokok sedangkan pil koplo dibungkus tas kresek hitam. HS tak bisa mengelak lagi. Bahkan kepada petugas dia akhirnya mengaku baru saja bertransaksi dengan orang berinisial Ar asal Kecamatan Perak dan Ka dari Kecamatan Gudo. Dua nama tersebut kemudian ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian orang).

Baca:  Pantau Harga Sembako, Kapolres Jombang Intruksikan para Kapolsek Terjun Langsung Kepasar

“Selain menemukan pil koplo dan sabu, kami juga menyita uang tunai Rp 100 ribu, sebuah ponsel dan sepeda motor yang digunakan pelaku. Kasus ini kita kembangkan lagi guna mengungkap jaringan di atasnya,” pungkasnya. (elo)