Nusantara Peduli Membuka Pengobatan Umum untuk Korban Gempa Lombok

LOMBOK, KANALINDONESIA.COM: Nusantara Peduli melakukan Aksi Sosial di lokasi Bencana berupa Pengobatan untuk Korban terdampak Bencana di Dusun Lendang Galuh, Sigar penjalin, Kec. Tanjung, Kab. Lombok Utara.

Aktifitas dilokasi bencana bersama relawan Nusantara Peduli sudah sejak Rabu 8 Agustus, sementara di lokasi Lendang Galuh para relawan sudah beraktivitas membantu warga sejak Sabtu malam namun karena kondisi dan waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 WITA Relawan Nusantara Peduli hanya melakukan pemeriksaan bagi para pengungsi dengan sakit yang memerlukan penanganan segera.

Untuk pasien umum dengan penanganan biasa dilakukan esok paginya, dalam pantauan Relawan Nusantara Peduli sejumlah 20 orang pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dan Trauma Healing pasca Bencana.

Baca:  Pesawat Susi Air Tergelincir di Bandara Ilaga, Papua

Lokasi Dusun yang tidak dapat diakses oleh kendaraan roda empat, mengakibatkan proses evakuasi dan penanganan Korban Bencana menjadi lebih lama. Proses evakuasi ini memang diarahkan di lokasi yang berada lebih tinggi, karena kekhawatiran jika ada gempa susulan lagi, setidaknya mereka berada di posisi tidak ada benda atau lokasi yang rendah, pun juga karena dengan pertimbangan informasi bahwa ada perkiraan tsunami yang akan menerjang daerah tersebut.

Selain penanganan kesehatan Relawan Nusantara Peduli juga menyampaikan bantuan berupa logistik untuk warga dan penanganan bagi para pengungsi yang memiliki anak-anak dalam kondisi ketakutan, berbagi keceriaan dengan permainan sederhana, berinteraksi dan bercanda tawa dengan anak-anak. Setidaknya anak-anak korban bencana sedikit terhibur dengan kondisi sekitar yang sudah luluh lantak karena guncangan Gempa.

Baca:  Senin Barokah dan Salam Jumah, YBSI Berbagi di Pandemi Covid-19

Tak cukup sampai disitu, Relawan Nusantara Peduli melanjutkan tugas kemanusiaan ini di posko kedua yang berada tidak jauh dari posko sebelumnya, Posko tersebut cukup luas karena berada di tanah lapang dan bersinergi dengan Tim Relawan lain dari berbagai lembaga.

Setidaknya ada sejumlah 40 orang pasien korban dari bencana gempa. Dari korrdinasi dan pantauan Relawan, lokasi yang dijangkau saat in merupakan lokasi yang mengalami kerusakan yang parah.(ad)