Gandeng MarkPlus Pemkab Trenggalek Berlatih Penggalian Potensi Daerah

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, membuat terobosan terkini dengan melatih 30 orang dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penggalian potensi daerah utamanya di bidang Pariwisata dan Budaya (Parbud), Perindustrian dan Tenaga Kerja (Prinaker), Perikanan,  Koperasi Perdagangan dan Usaha Mikro, dan Pertanian dan Pangan.

Hal ini diharapkan agar ada fokus kegiatan di masing-masing bidang yang dikontribusikan oleh OPD dari anggaran yang tertera kemudian bisa tereksekusi dengan paradigma yang berbeda sehingga menuai hasil yang maksimal.

Untuk itu, pihak Pemkab Trenggalek menggandeng pakar marketing kondang, Hermawan Kertajaya berikut timnya MarkPlus Inc, yang dipimpin langsung Michael Hermawan, putra dari Hermawan yang juga menjabat sebagai Chief Operation Officer (COO) MarkPlus.

Hal ini dikatakan, Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak saat membuka pelatihan Penggalian Potensi Daerah yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Trenggalek, bertempat di Hotel Singhasari Kota Batu, Senin, (13/8/2018).

Baca:  Sekian Lama Kosong, Rumah Dinas Sekda Magetan Akhirnya Di Renovasi

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan pelatihan ini harus menggandeng MarkPlus karena MarkPlus Inc.  merupakan pionir dan perusahaan terbesar konsultan pemasaran, penelitian, pelatihan.

“Perusahaan di bidang konsultan ini tidak diagukan lagi kapabilitasnya dan sangat recommended,” ucapnya.

Dikatakannya, dalam menghadapi tahun politik, pihaknya harus menyiapkan strategi khusus dalam menjawab tantangan pasar utamanya Trenggalek yang masih mengandalkan dari sektor pariwisata dan budayanya untuk mendulang pendapatan daerah.

“Diibaratkan sebagai kapal yang sedang mengarungi samudera luas dan tenang. Samudera tersebut bisa saja sewaktu-waktu berubah menjadi berombak, bahkan badai. Karena alasan itulah, kita harus punya asset SDM yang akan bekerja menjawab itu,” katanya.

Dengan tema tersebut, para pemasar diharapkan mampu melakukan navigasi terhadap perusahaan mereka di tengah samudera yang tidak dapat terprediksi.

Baca:  43 Hari Patroli Gentong Polsek Dongko Membantu Warga

“Ibaratkan Anda menavigasi sebuah kapal dalam situasi unpredictable, Anda harus memiliki kompas yang tepat agar bisa mengarahkan bisnis Anda ke arah yang benar dan lebih baik,” tandasnya.

Maka menurut Bupati yang segera dilantik menjadi wakil Gubernur Jatim ini berharap kontingen peserta pelatihan harus serius menyerap ilmunya apalagi dari 30 peserta tersebut merupakan pilihan.

“Selain serius , mereka harus berkontribusi mainset atau pemikiran sebagai wujud peningkatan SDM,” tegasnya.

Emil Dardak, menegaskan banyak hal perspektif baru yang bisa digunakan dalam mengimplementasikan anggaran yang sudah ada. Pihaknya yakin masih banyak kotak –kotak anggaran yang jika di eksekusi dengan pola pikir berbeda maka akan mendapatkan hasil yang berbeda dan jauh lebih bagus.

Baca:  Malam Nuzulul Quran, 1.313 Santri Tahfidz BMH Gelar Khataman Quran Serentak Di 15 Kota

“ Ini terobosan , kita penasaran menunggu hasil ini,” tandasnya.

Sehingga penerapan temuan pemikiran dari hasil pelatihan kali ini segera akan bisa diterapkan dalam tahun anggaran ini dan tidak perlu dicananangkan untuk tahun anggaran berikut.

“Tahun perubahan ini sudah bisa kita coba lakukan,” ungkapnya.

Produk-produk unggulan dengan pariwisata saling terkait . Sebab citra dari produk daerah akan muncul jika pengelolaan bidang pariwisata telah bagus.

“ Sehingga kita punya tolok ukur keberhasilan pembangunan yakni Komindang, Pri naker, penanaman modal PM PTSP dan pariwisata budaya, dengan ditopang oleh hal primer yakni pertanian,” pungkasnya.(ham)