Najmul: Pariwisata Lombok Utara Mulai Bangkit

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar tengah berbincang dengan Matthew, pelaku wisata asal Italia yang masih bertahan di Gili Trawangan pasca gempa 7,0 SR, Rabu (15/8/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA: Tiga Gili (Trawangan, Air, dan Meno) merupakan magnet pariwisata di Lombok Utara. Pasca gempa 7,0 SR Minggu (5/8/2018) lalu tak hanya meluluhlantakkan kawasan daratan Lombok Utara, tiga Gili tersebut pun ikut terdampak. Hal tersebut membuat pariwisata di kawasan tersebut lumpuh total.

Sudah sembilan hari pasca gempa, Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar melakukan peninjauan kondisi ketiga Gili tersebut, Rabu (15/8/2018). Najmul mengungkapkan, kerusakan di tiga gili tidak separah yang terjadi di lima kecamatan yang ada di Lombok Utara. Kerusakannya diperkirakan hanya sekitar 10 persen saja.

“Masih banyak bangunan yang layak digunakan disini,” ujarnya saat pemantauan ke Gili Meno.

Baca:  Bongkar Kasus Saipul Jamil, KPK Harus Berani Sita Seragam DYK

Ia mengakui, membangun sektor pariwisata tidaklah mudah. Namun ia yakin bisa membangun kembali, khususnya di tiga gili lebih cepat. Sebab tidak banyak kesulitan ditemukan di ketiga gili tersebut.

“Buktinya banyak bangunan yang masih layak digunakan, hanya butuh beberapa sentuhan perbaikan,” sambungnya.

Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah penyampaian pada masyarakat nasional dan dunia. Yakni keadaan ketiga gili tersebut sudah aman untuk dikunjungi, bahkan ditempati.

“Sebab kalau kita berbicara nyaman tentu ini nyaman seperti biasanya. Selain itu banyak petugas yang jaga di tiga gili ini,” jelasnya.

Berbicara isu air yang naik hingga daratan gili pasca gempa, Najmul menampiknya.  Kejadian tersebut sama sekali tidak ada dan gili masih aman untuk kegiatan apapun. Sebagai bentuk pembuktian, pada 19 Agustus mendatang Pemda akan mendatangkan wisatawan dengan bekerjasama dengan Eka Jaya, salah satu perusahaan pengangkutan.

Baca:  Presiden Joko Widodo Temui Korban Gempa di Lombok Utara

“Dan tadi mereka sudah ngomong sama saya dan akan diundang kemari,” ungkapnya.

Ia mengakui pasca gempa tersebut membuat Pemda dan seluruh masyarakat Lombok Utara bersedih. Namun ia menegaskan agar tidak larut dalam kesedihan tersebut. Terlebih lagi kegiatan perekonomian saat ini sudah mulai berjalan kembali. Pasar-pasar tradisional pun sudah mulai buka.

“Alhamdulillah tiga gili ini juga akan segera dipulihkan kembali agar bisa beroperasi seperti biasanya,” pungkasnya.

Ia menambahkan, ketiga gili tersebut merupakan roda terpenting dalam perekonomian Lombok Utara. Sebab itu ia mengimbau kepala Dinas Pariwisata agar selalu melakukan rapat koordinasi dengan semua lini di gili tersebut. Baik itu kepala desa, kepala dusun maupun pelaku pariwisata.

Baca:  Nusantara Peduli Membuka Pengobatan Umum untuk Korban Gempa Lombok

“Dan mari kita sama-sama untuk bangun pariwisata ini,” ajaknya.

Najmul mengatakan, dengan membangun image tentang tiga gili ini pasca gempa menunjukkan jika Lombok Utara sudah mulai bangkit lagi. Sementara terkait gempa, dirinya tidak bisa menjamin gempa itu tidak akan terjadi lagi.

” Saya bukan tuhan, tapi untuk aspek keamanan semuanya sudah di standby disana,” tandasnya.

Sementara itu salah satu pelaku wisata yang juga wisatawan asing asal Italia bernama Matthew mengatakan, dirinya masih betah bertahan di Gili Trawangan. Ia sudah menganggap pulau tersebut sebagai second home atau rumah kedua baginya.

“Kami siap untuk membangkitkan pariwisata di gili ini,” tegasnya.(Idam)