Aniaya Istri, Pria Trenggalek Diamankan Polisi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Polres Trenggalek mengamankan NEW(28) warga Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jawa Timur yang diduga telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istri sahnya sendiri, sebut saja R, (21) dengan cara menendang serta memukuli hingga tulang hidung istrinya retak.

“ Benar Polres Trenggalek telah mengamankan terduga pelaku KDRT yang terjadi di Kecamatan Panggul Trenggalek. Untuk saat ini tersangka masih dalam proses penyidikan petugas,’’ ucap  Wakapolres Trenggalek Kompol Agung Setyono, Rabu (15/8/2018).

Dijelaskan, kejadian penganiayaan itu berawal pada Sabtu 21 Juli 2018. Ketika itu, anak korban yang masih kecil yang digendong suaminya sedang menangis. Korban berusaha mengambil anaknya dari gendongannya.

Baca:  Sertijab Kepala SMAN 1 Ponorogo dari Drs. H. Nurhadi Hanuri, MM kepada Pelaksana Tugas Agus Prasmono, M.Pd

Namun ketika anaknya yang sedang menangis itu mau diambil korban tidak diperbolehkan sama suami (tersangka). Kemudian pasutri tersebut terlibat cek cok adu mulut. Untuk menghindari percecokan, korban pergi ke dapur.

Tanpa di sangka korban, tiba-tiba pelaku menendang punggungnya. Tidak hanya itu di ruang keluarga pelaku juga menampar korban dan ditarik hingga depan kamar mandi. Disitu korban kembali di pukul dan mengenai hidung hingga berdarah serta luka serius.

Tak terima dengan perbuatan pelaku yang tak lain adalah suaminya sendiri, akhirnya korban melapor ke Polres Trenggalek. Mendapat laporan, petugas langsung bergerak dan menangkap pelaku.

“ Modusnya, terlapor yang juga suami sah dari korban melakukan kekerasan fisik terhadap korban di rumah orang tuanya dengan cara memukul wajah korban berkali-kali hingga hidung korban mengalami luka dan retak,” terang Kompol Agung.

Baca:  Putus Penyebaran Corona, Polisi Tulungagung Bubarkan Kerumunan Masa di Sejumlah Cafe

Ditambahkan, jika hasil dari proses penyidikan ditemukan unsur-unsur dan cukup bukti untuk mengarah ke tindak pidana, maka akan melakukan upaya penegakan hukum atas tindak pidana yang telah dilakukan.

“Pasalnya  ya KDRT,” pungkasnya.(sup/ham)