Lucunya Bapak-Bapak di Desa Ngayung Lamongan Pakai Daster Main Bola

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ada banyak cara untuk meramaikan perayaaan HUT Republik Indonesia ke- 73 tahun ini. Mulai dari menghias lingkungan dengan bendera, umbul-umbul warna warni hingga menggelar berbagai macam lomba. Seperti yang digelar di Lapangan Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.

Warga setempat mengadakan pertandingan sepakbola yang sedikit unik. Pesertanya adalah tokoh masyarakat mulai anggota BPD, LPM, Perangkat Desa, Pengurus RT/RW. Pemain yang kesemuanya adalah lelaki justru mengenakan daster sehingga tampil cantik layaknya perempuan.

“Awalnya malu banget dipakein daster gini, tapi demi memeriahkan HUT Indonesia ke-73 nggak papa lah. Seru banget deh pokoknya sampai bikin warga nggak berhenti ketawa,” ujar salah satu pemain, yang enggan namanya ditulis disini, sembari tertawa lebar (15/8/2018).

Baca:  Prihatin Penderita Diabetes, Klinik di Lamongan Siap Mengadakan Perawatan Keliling

Sesuai namanya, anggota tim yang berlomba semuanya harus memakai daster. Dan bisa dibayangkan bagaimana kocaknya bapak-bapak itu mengejar dan mengoper bola, sementara tangan mereka sibuk mencincing daster. Beberapa kali mereka harus terjatuh karena saat berlari mengejar bola, kakinya terlilit kain daster.

Alhasil, sorak sorai dan tawa terpingkal-pingkal tak pernah berhenti selama berlangsungnya lomba.

Sementara itu, Kepala Desa Ngayung, Supratman, SH mengaku sepakbola berdaster tersebut sengaja diadakannya bukan tanpa sebab. Menurut dia, sepakbola berdasater ini mengandung filosofi tentang sulitnya merebut kemenangan.

Sehingga warga akan selalu teringat dengan jasa para pahlawan, akan sulitnya memerdekakan Indonesia dari cengkeraman penjajah sebagaimana sulinya mencetak gol dalam sepakbola daster.

Baca:  Kabupaten Lamongan Masuk Deretan Terunggul Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia

“Selain lomba sepakbola daster. Kita juga melaksanakan aneka lomba lainya. Mulai dari lomba permainan anak-anak, hingga untuk orang dewasa,” ujarnya.(omdik/fer/bis)