Memontum HUT ke 73 Kemerdekaan RI, Plh Bupati Trenggalek Minta Jaga Persatuan di Tahun Politik

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Upacara pengibaran bendera merah putih dan peringatan detik-detik proklamasi di pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek berlangsung khidmat. Ratusan peserta upacara dari berbagai elemen masyarakat seperti TNI, Polri, instansi pemerintah hingga mahasiswa dan pelajar mengikuti upacara ini, Jumat (17/8/2018).

Bertindak selaku inspektur upacara adalah Komandan Kodim 0806 Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto S.Sos dan komandan upacara Kapten Inf. Agus Sujiono, S.Sos. Sementara di kursi undangan hadir Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. bersama jajaran Forkopimda kabupaten Trenggalek serta tamu undangan lainnya.

Suasana Khidmat sangat terasa saat tepat pukul 10.15 Wib, sirine detik-detik proklamasi dibunyikan selama 1 menit dilanjutkan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD kabupaten Trenggalek H.Samsul Anam, S.H., M.M. M.Hum, dan sekaligus yang menjadi Inspektur Upacara (Irup) dimandatkan kepada Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto.

Baca:  Gerindra-PKS-PPP Solid Menangkan Mas Rio-Pak Su

Demikian pula saat pengibaran bendera oleh Paskibraka. Pasukan pengibar bendera dengan seragam khas berwarna putih nampak bersemangat dengan derap langkah yang membuat decak kagum. Sedangkan petugas pengibar bendera dipercayakan kepada 3 orang pelajar terbaik yakni Ardan Rosi Mayor, Fahri Dwi Nugroho dan Bagus Widyanto.

Dihubungi terpisah Pariyo , Pelaksana Harian Bupati (Plh) Bupati Trenggalek mengatakan , posisi Bupati Emil Dardak tidak bisa hadir dalam perhelatan sakaral itu dikarenakan sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci sedangkan Wakil Bupati H Moch Nur Arifin juga berhalangan karena ada tugas di New Yor Amerika Serikat.

“Beliau berdua tidak bisa hadir katrena ada kesibukan masing –masing , maka Irup kita serahkan kepada Dandim 0806,” ucapnya.

Baca:  DPRD Trenggalek Ajak ASN Berhemat di Hari Raya

Pariyo melanjutkan, peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia selain mengenang kembali jasa para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan hendaknya dijadikan sebagai momen pemersatu bangsa. Keragaman bukan alasan menjadi tercerai berai bahkan sebaliknya keragaman adalah modal dasar sebagai penguat kesatuan bangsa.

“Yang menjadikan Indonesia kuat adalah keragaman. Indonesia dibangun diatas perbedaan. Dan inilah keistimewaan Indonesia yang terus kita perjuangkan hingga hari ini,” lanjutnya.

Maka itu dia berpesan kepada seluruh warga dan elemen masyarakat di kota “Kripik” ini senantiasa menjaga keutuhan , rasa persatuan dan kesatuan dan lebih mencintai bangsa dan negara di atas kepentingan individu dan golongan.

“ Ayo momentum kemerdekaan ini kita isi dengan semangat keutuhan NKRI ,” tegasnya.

Oleh sebab itu menghadapi tahun politik pada 2019 nanti, Pariyo mengajak pada even pilkades serentak di Maret 2019, pemilu legislatif dan Pilpres agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan.

Baca:  Penlok Bendungan Bagong Trenggalek Segera Turun

“Kita jaga persatuan di tahun politik,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, masa depan Indonesia berada di pundak para generasi muda. Oleh karenanya ia berharap generasi muda sekarang dapat mengisi kemerdekaan dengan cara-cara positif. Menunjukkan prestasi gemilang, bukan saja ditataran lokal namun jika perlu hingga manca negara agar Indonesia dapat bersanding dan bersaing dengan negera besar lainnya.

“Indonesia adalah negara besar. Tantangan kedepan juga tak semakin mudah. Persaingan semakin tinggi. Tanggung jawab itu berada di pundak kita semua khususnya generasi muda yang nantinya akan meneruskan perjuangan dan menentukan nasib bangsa ini,” pungkasnya. (ham)