Ratusan Napi di Jombang Dapat Remisi, Kecuali Dua Napi Teroris yang Tak Mau Akui NKRI

Sejumlah narapidana di lapas II B Jombang saat menerima remisi

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM : Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 73, sebanyak 249 Narapidana di Lapas Kelas IIB Kabupaten Jombang mendapat remisi. Dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya langsung bebas.

Akan tetapi pemberian remisi ini tidak bisa dinikmati oleh dua orang Narapidana teroris (napiter). Kedua Napiter ini tidak mendapatkan remisi lantaran tidak mau mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dua Napiter itu tidak mau mengakui NKRI. Padahal salah satu syarat untuk mendapatkan remisi adalah harus mengakui NKRI. Kedua dia tidak mau mengikuti deradikalisasi, yang itu akan dilaksanakan di setiap Lapas. Upacara juga tidak mau. Makanya mereka tidak bisa mendapatkan remisi,” ujar Kasi Binadik Lapas Klas IIB Jombang, Chotim Asrofi, pada sejumlah jurnalis, Sabtu (18/8/2018).

Baca:  Truk Tebu Terguling, Satu Orang Pelajar Tewas

Masih menurut penjelasan Chotim, para napi mendapatkan remisi karena telah memenuhi syarat. Antara lain berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan. Dari, 249 narapidana yang mendapat remisi berbeda-beda. Untuk remisi 1 bulan ada 149 orang, remisi 2 bulan ada 58 orang, remisi 3 bulan ada 30 orang, remisi 4 bulan 11 dan remisi 5 bulan ada 1 orang.

“Kalau kasusnya bermacam-macam. Ada narkoba, penganiayaan, penipuan dan beberapa kasus lainnya,” tukas Chotim.
Perlu diketahui, selain Napiter, napi kasus korupsi juga mengalami hal serupa. Mereka

gagal mendapat remisi lantaran tidak memenuhi syarat. Yakni tidak membayar denda administrasi yang wajib dipenuhi sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012.(elo)

Baca:  Usai Mengambil Nomor Urut, Tiga Paslon Pilbup Jombang Mendapatkan Walpri