Semangati Pemuda, Dewan Trenggalek Ikut Main Futsal

Nurwahyudi , anggota DPRD Kabupaten Trenggalek ikut main futsal di Kapolres CUP 2018

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Gelaran  turnamen futsal bertajuk Kapolres Cup 2018 dalam rangka meriahkan HUT ke-72 Bhayangkara yang diadakan pihak Kepolisian Resort Trenggalek, Jawa Timur,  mendapat pujian dan dukungan kalangan dewan setempat. Terbukti dengan hadir dan mainnya , Nurwahyudi, yang kini menjabat sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek dan bermain bersama tim Jurnalis setempat melawan klub santri Pondok Pesantren Darunnjah.

Walaupun menuai kekalahan telak, dirinya tidak merasa rendah justru merasa puas akan even yang diikuti 42 klub futsal se eks Karesidenan Kediri dan Madiun ini dan memuji banyak bibit pemain futsal yang diyakini nanti mampu menjadi asset nasional di bidang olahrga itu.

Baca:  DPRDTrenggalek Beri Pesan di Hari Guru  

Nurwayudi, politisi asal Golkar ini mengatakan, keberadaan olahraga futsal di tanah air setidaknya telah diperhitungkan di kawasan ASEAN. Terbukti futsal Indonesia beberapa kali menjadi juara di even antar negara tersebut.

“Jangan salah, kita di Trenggalek juga tahu bahwa klub futsal nasional kita selalu jadi langganan juara di ASEAN,” ucapnya, usai bertanding di salah satu lapangan Futsal ternama di Trenggalek didampingi Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS, Sabtu, (18/8/2018) di Trenggalek.

Selain itu, masih keterangannya, kehadirannya turut menyemangati pemuda Trenggalek dalam meneguhkan perjuangan para pahlawan hingga Indonesia telah merdeka di 73 tahun sejak diraihnya pada tahun 1945.

“Kita datang bukan untuk menjadi pemenang , tetapi lebih kepada memberikan semangat kepada pemuda Trenggalek agar terus berjuang di era pembangunan ini,” tandasnya.

Baca:  Dewan Trenggalek Temui Ribuan GTT dan PTT

Pembangunan dalam mengisi kemerdekaan tentunya dengan mengasah kualitas sumber daya manusia (SDM) sesuai arahan Presiden Joko Widodo dengan maksud para pemuda nantinya tidak hanya menjadi penonton di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) seperti sekarang ini.

“Kemerdekaan harus diisi, nah ini salah satu cara kami sebagai pemuda untuk mengisi kemerdekaan, semangatnya untuk berkreasi di era global,” ujarnya.

Selain itu, turnamen ini juga cara untuk membangkitkan semangat revolusioner kaum muda Trenggalek.

“Sudah seharusnya setiap anak muda memiliki semangat revolusioner dalam dirinya. Revolusi pemuda bisa dimulai dari banyak hal, mulai dari bidang olahraga dan bidang-bidang yang lain,” ungkapnya.

Dia juga menambakan, sudah saatnya anak muda berkembang diberbagai macam bidang dan tidak boleh berpangku tangan. Sebab nasib bangsa ke depan ada di tangan anak-anak muda.

Baca:  Ciptakan Alat Tepat Guna, Polisi Trenggalek ini Jadikan Rumah Janda Miskin Nikmati Aliran Listrik

“Jangan berhenti di sini. Besok buat acara lagi yang lebih kreatif dan bermafaat baik untuk pemuda atau pun masyarakat secara luas,” katanya.(ham)