Bangkitkan Periwisata NTB, Even Bulan Pesona Lombok Sumbawa Resmi Dibuka

Penampilan Ustadz Jufri Sahati, saat pembukaan even Bulan Pesona Lombok Sumbawa di halaman kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam (18/8/2018).

MATARAM, KANALINDONESIA.COM: Event pariwisata tahunan NTB, Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) kembali digelar tahun ini.

Namun berbeda dengan sebelumnya, tahun ini BPLS 2018 digelar lebih sederhana dan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat, khususnya di Lombok yang baru saja tertimpa bencana Gempa Bumi.

Launching BPLS 2018 digelar di halaman kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam (18/8), dikemas dengan kegiatan Zikir dan Doa Bersama untuk Lombok Bangkit.

Rangkaian event BPLS yang akan digelar selama satu bulan ke depan, diharapkan bisa menjadi penyemangat dan motivasi bagi masyarakat NTB dan sektor pariwisata khususnya untuk kembali bangkit setelah diterpa bencana.

“Pemprov NTB berharap, kegiatan BPLS ini bisa berdampak positif pada sektor pariwisata NTB. Dengan begitu para tamu-tamu kita, para wisatawan bisa melihat kegiatan kita dan tentu mereka akan bertambah keyakinan untuk mulai berdatangan. Yang utama, dengan adanya event BPLS ini kita tunjukan bahwa Lombok, NTB mampu bangkit kembali,” kata Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, saat membuka BPLS 2018.

Baca:  HIMMAH dan PEMUDA NW Dukung Jokowi Berantas Korupsi

Wagub Amin mengatakan, Lombok memang baru saja diterpa bencana gempa bumi. Korban jiwa, harta benda dan kerusakan infrastruktur terjadi di beberapa wilayah.

Namun kerusakan tidak sampai melumpuhkan destinasi-destinasi wisata yang ada.

Sejumlah destinasi andalan termasuk pantai Kuta di KEK Mandalika Lombok Tengah, juga tidak terdampak dan masih beroperasi normal.

“Sehingga para wisatawan tidak perlu ragu dan khawatir. Lombok tetap aman dan nyaman, meski baru saja diterpa bencana,” katanya.

Menurut Amin, kegiatan zikir dan doa bersama menjadi rangkaian pembuka BPLS sebagai wujud empati bagi masyarakat korban gempa di Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat, dan Mataram.

Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa tegar dalam menghadapi bencana ini.

Baca:  Ini Langkah Kementan Tanggapi Rekomendasi KPK dan BPK Tentang Pupuk Subsidi

“Bencana tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Sehingga saat ini yang paling penting kita perlu edukasi warga masyarakat di masa datang, kita berikan ketrampilan dan pengetahuan mitigasi, kita siapkan jalur evakuasi. Bagaiamana menghadapi bencana baik itu gempa, banjir, tanah longsor atau lainnya,” katanya.

Pemerintah NTB terus berupaya memulihkan kondisi Lombok terutama di kawasan terdampak Gempa Bumi.

Amin mengatakan, Pemprov NTB mengapreasiasi dan bertirimakasih pada Pempus, Kementerian dan Lembaga, BUMN, pihak Swasta dan NGO kemanusiaan yang sudah berkontribusi membantu NTB menghadapi pasca bencana ini dengan berbagai kontribusi yang meringankan beban para korban.

“Hal ini juga membangun sikap optimisme dan keyakinan bahwa di tengah musibah bencana yang kita alami tetap ada semangat bersama membangun daerah,” katanya.

Ia optimistis, NTB dengan berbagai sektor unggulan termasuk pariwisata masih mampu untuk bangkit dan kembali mencapai situasi normal dengan cepat.

Baca:  15 Penderita Kurang Gizi di Seram Barat Dalam Tahapan Pemulihan Kesehatan

“Para wisatawan, tamu mancanegara dan domestik saat ini masih tunggu suasana yang lebih kondusif untuk kembali lagi ke Lombok. Pemprov akan terus berupaya meyakinkan dengan segera membenahi infrastruktur yang rusak,” katanya.

Wagub Amin mengatakan, Gempa Lombok diharapkan tidak berdampak signifikan pada angka kunjungan wisata NTB yang ditargetkan 4 juta wisatawan di tahun 2018 ini.

“Tahun 2017 kita mampu melampaui target 3,5 juta wisatawan, dan tahun ini kita harus optimis bisa bangkit dan mencapai 4 juta wisatawan. Kami berterimakasih juga pada Kemenpar yang selalu mensupport pariwisata NTB,” katanya.

Launching BPLS 2018 dihadiri Wakapolda NTB, Sekda NTB Rosiady Sayuti, Kadispar NTB, Lalu Moh Faozal, Direktur RSU Provinsi NTB, Hamzy Fikri, dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB.

Kegiatan juga diisi dengan tausiyah dari Ustadz Jufri Sahati, lantunan tembang Ebiet G Ade, dan juga kegiatan lelang lukisan serta donasi untuk korban gempa Lombok. (dan)