​Pengrajin Bambu Rembang Kurang Bahan Baku

KANALINDONESIA.COM : Para perajin anyaman bambu di Kabupaten Rembang mengeluh karena kurangnya bahan baku, sebab bahan baku dari daerah setempat tidak mencukupi untuk kebutuhan produksi. Dengan segala cara para pengrajin berusaha mendatangkan bahan baku dari luar, agar kerajinan bambu di daerah itu bisa tetap bertahan. Produk kerajinan bambu dari desa itu, dipasarkan hingga sampai Jawa Timur dan Jawa Barat.
Kanalindonesia.com,Rabu, (05/10/2016), pagi itu, melihat sentra terbesar kerajinan bambu di Desa Kumbo, Kecamatan Se dan, Rembang. Hampir seluruh warga desa itu yang berjumlah 500 KK (kepala keluarga), meng- geluti kerajinan bambu dengan bermacam jenis produk. Dimusim penghujan seperti saat ini produk yang dihasilkan dari desa ini menurun. Sebaliknya dimusim kemarau tatkala sawah kering keron tang tidak ada kegiatan disawah, para petani baru menekuni kerajinan bambu.

Baca:  Rieke Diah Pitaloka Lantik Tim Alpha Zona Jateng

Dimusim penghujan bersamaan musim tanam disawah seperti saat ini, para perajin konsentrasi dibidang pertanian. Kegiatan kerajinan bamboo dikerjakan secara sambilan. Melalui rotasi pola kerja alamiah seperti itu yang sudah dijalankan sejak kakek-nenek mereka, praktis warga Desa Kumbo sepanjang tahun tak pernah menganggur. Sehingga tidak ada yang erantau keluar daerah walaupun musim kemarau, karena warga mempunyai kegiatan sebagai pengrajin bambu.
Menurut Mak Kasinah, Mbok Aris dan Muntiah yang puluhan tahun menggeluti kerajinan bambu, makin tahun makin sulit bahan baku (bambu) didapatkan ditempatnya. Areal tanaman didesa sayang puluhan tahun lalu masih dapat mencukupi, kini tak mampu menunjang kebutuhan bahan baku.

Sebab selain jumlah pengrajin dan produk bertambah berlipat-lipat, lahan tanaman bambu di Desa Kumbo banyak berubah jadi pemukiman mengingat terjadi pertambahan penduduk.
Kondisi itu mengharuskan para pengrajin bambu  mencari atau mendatangkan bahan baku dari luar daerah. Terutama dari daerah Jawa Timur seperti dari Kabupaten Malang, Pare, Blitar, Madiun, Kediri dan lain-lain. Hal itu dilakukan para pengrajin dengan cara gotong-royong atau patungan dan sementara ini dapat mengatasi persoalan.

Baca:  Angka Kecelakaan Lalu Lintas 2019 di Jateng Meningkat Sejumlah 45 Persen

Dinas Perindustrian Rembang yang dikonfirmasi  Kanalindonesia.com soal ini, belum didapatkan keterangan karena petugas terkait tak ditempat.

Melihat berbagai produk kerajinan bambu yang dihasilkan warga Desa Kumbo-Sedan, Rembang, cukup apik. Bervariatif dan punya nilai seni cukup tinggi serta modelnya tidak ketinggalan zaman. Diantaranya kap lampu, keranjang makanan, tempat duduk/meja-kursi,  bakul penyimpan pakaian, rak buku, tas jinjing perempuan dan lain-lain. Aneka produk ini menurut keterangan para pengrajin itu, kerap ikut dipamerkan dipameran-pameran hingga tingkat nasional/Jakarta. (Andi saputra)