Baznas Terbitkan Buku Ekonomi Kurban

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Merayakan Hari Raya Idul Adha 1439 H, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menerbitkan buku Ekonomi Kurban. Buku ini hasil kolaborasi dengan Pusat Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PEBUI).

Ketua Baznas, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA, mengatakan buku Ekonomi Kurban menggambarkan umat muslim memaknai perayaan Idul Adha yang tidak hanya sekedar menyembelih hewan kurban semata, namun terdapat potensi ekonomi kurban yang terkandung didalamnya.

“Kurban merupakan sebuah ritual penghambaan muslim kepada Tuhannya yang berurusan langsung dengan sektor ekonomi umat sekaligus berdampak sosial,” ujar Prof. Bambang kepada Kanalindonesia.com di Kampus UI Salemba, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Menurutnya, ibadah kurban mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan keadilan bagi mustadháfin atau orang-orang lemah, rentan serta terpinggirkan.

Baca:  Baznas dan Pengadilan Agama Kelas I A Padang Legalkan Pernikahan 201 Pasangan Warga Siberut

“Di sisi lain, belum ada literatur yang secara langsung dan terpadu membahas kaitan antara kurban dengan kondisi sosial, pemberdayaan ekonomi serta manajemen,” kata mantan Menteri Keuangan ini.

Ia menjelaskan, kurban sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan nasional dengan aktivitas jual beli kurban maupun penambahan protein hewani bagi masyarakat tidak mampu.

Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan perhatian pada kurban, terutama dalam kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, diharapkan pula ide-ide serta eksekusi untuk mewujudkan pelaksanaan kurban yang lebih baik.

“Buku ini menjelaskan jawaban-jawaban dari pertanyaan terkait posisi, relasi, dan relevansi antara kurban serta kondisi sosial ekonomi kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala PEBUI, Rahmatina Awaliah Kasri, PhD memaparkan dari dimensi ekonomi, ibadah kurban diharapkan menjadi sebuah moment berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada sesama.

Baca:  Baznas Genjot Penghimpunan ZIS melalui Pelatihan Fundraising Ramadhan

“Ibadah kurban ini melibatkan perputaran dana hingga Rp 69,9 triliun. Dana ini diharapkan bisa menjadi pendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, peningkatan gizi dan pada akhirnya diharapkan bisa mewujudkan kesejahteraan sosial,” katanya.

Ia mengingatkan, peningkatan permintaan hewan ternak secara besar-besaran pada hari raya Idul Adha secara sistemik akan berpengaruh pada peningkatan jumlah hewan ternak yang harus disediakan oleh peternak.

“Asumsinya jika permintaan meningkat, sektor ternak harus mampu memenuhi permintaan tersebut. Untuk dapat memenuhi permintaan tersebut, diperlukan pengokohan industri, penguatan infrastruktur, serta inovasi yang dapat membantu proses produksi,” katanya. @Rudi