Cafe Tak Berijin di Lamomgan di Segel Petugas

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan, TNI-Polri, serta Pemerintah Desa Bakalan Pule, Kecamatan Tikung, beserta puluhan masyarakat menyegel kafe tidak berizin yang telah lama meresahkan, pada Selasa (21/08/2108).

Menurut Kepala Desa Bakalan Pule Achmad Zamroni menjelaskan, cafe yang lokasinya berada disisi barat Pasar Hewan itu, di tutup dan disegel. Penutupan dilakukan setelah berkali-kali peringatan dari warga yang merasa terganggu ketentramannya tidak dihiraukan pemilik cafe.

Kafe dan tempat karaoke milik Siti Mualifah (43), itu diketahui tidak memiliki izin operasional, karena sejak awal berdiri sudah mendapat penolakan dari warga.

“Pada 2017 lalu kita sudah panggil resmi agar pemilik kafe segera menutup tempat usahanya, namun tidak dihiraukan,” kata Zamroni.

Baca:  Bau Busuk Ikan Mati, Nelayan di Paciran Lamongan Semakin Resah

Tak hanya itu sambung Zamroni, sebelum dilakukan penutupan paksa pemiliknya telah membuat pernyataan resmi untuk menutup usahanya atas kesadaran sendiri. Namun pemiliknya tidak juga kunjung menutup usahanya sampai hari ini memuncaknya emosi warga.

“Tadi banyak tokoh masyarakat yang datang ke kantor desa dan minta rumah karaoke itu ditutup, untuk menghindari amukan warga akhirnya kita koordinasikan dengan pihak terkait guna melakukan penutupan paksa,” lanjut Zamroni.

Sementara itu, Siti Mualifah pemilik cafe mengungkapkan, ia tidak bisa berbuat apa – apa dengan ketegasan para petugas yang menutup tempat usahanya. Mualifah belum tahu setelah usahanya ditutup, dia akan kerja apa. Mualifah juga mengaku bahwa sejak 2004, dirinya sudah pernah mengajukan izin, namun belum juga ada izin yang diturunkan.

Baca:  Dua Kader Muda Gerindra Berpeluang Jabat Wakil Ketua DPRD Jatim Dan Ketua Fraksi

“Saya membuka usaha itu menghabiskan anggaran sekitar lima ratus juta rupiah,” kata Mualifah.

Di sisi lain Kapolsek Tikung AKP Sugeng menegaskan, pihak kepolisian tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang sudah berkali-kali diberikan peringatan, tetap saja di buka.

“Karena benar kafe tidak ada izin, jadi langkah ini harus dilakukan, demi menghindari amukan masa,” ujar AKP Sugeng menegaskan.

Dalam penutupan dan penyegelan cafe tersebut, petugas gabungan berhasil mengamankan 72 bir hitam Guiness, 46 Bir Bintang, dan 60 Bir Balihai.

“Semua barang bukti dan pemilik cafe beserta para pramusaji kita amankan ke Polsek Tikung guna proses penyidikan lebih lanjut” tegas AKP Sugeng. (omdik/fer/bis)

Baca:  Pengolahan Limbah Pabrik Gula Poerwodadie Magetan Sempat Terganggu