Awas ! 329 Warga Mojokerto Terserang Demah Berdarah

Caption foto : pasien penderita DBD

KANALINDONESIA.COM : 329 warga di Kabupaten Mojokerto sejak Januari sampai akhir September 2016 ini diserang virus demam berdarah dengue (DBD), delapan warga diantaranya meninggal dunia. Jumlah korban sangat dimungkinkan akan terus bertambah, mengingat bulan Oktober ini sudah memasuki musim pancaroba. Selain itu, kemarau basah yang melanda Mojokerto tahun ini membuat populasi nyamuk Aides Aigepty tidak pernah putus. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang perkembang-biakannya mayoritas hanya terjadi saat musim hujan. Di tahun 2015 lalu, ada 349 warga Kabupaten Mojokerto yang terjangkit DBD.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Hartadi menuturkan, populasi nyamuk Aides Aigepty merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Baca:  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Polres Gresik Launching Aplikasi Dumas Online

“Data yang masuk ke kita, penyebarannya hampir seluruh kecamatan yang ada,” ungkapnya.

Masih menurut Hartadi, data yang masuk ke Dinkes dari puskesmas dan rumah sakit, kasus DBD tertinggi menjangkit warga di kecamatan Sooko dengan 38 korban, disusul Kecamatan Mojoanyar dengan 37 kasus, Trowulan 29 kasus dan Puri 25 kasus sepanjang tahun 2016 ini. Menurutnya, jika warga tidak segera sadar kebersihan, dikhawatirkan korban yang terjangkit akan terus berjatuhan.

“Karena saat ini, nyamuk Aides Aigepty tidak hanya menyerang balita tapi juga remaja sampai orang tua. Perkembangbiakan nyamuk terjadi setiap tujuh hari. Dalam kurun waktu tersebut, jentik nyamuk harus dibasmi untuk memutus mata rantai. Caranya, tiap puskesmas di kecamatan akan diminta menggelar penyuluhan keliling dan aksi PSN setiap hari Jumat,” pungkasnya.(elo)

Baca:  Parah Kakek-Kakek Kedapatan Jual Miras, Harus Pasrah saat Diamankan Polisi