Khofifah dan Wabup Ajak 1.143 Wisudawan Unisla Lamongan Bangun Partnership

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Gubernur terpilih Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara wisuda di kampus Universitas Islam Lamongan. Kehadirannya Khofifah mengajak 1.143 wisudawan Universitas Islam Lamongan atau Unisla, untuk kreatif di era ekonomi global.

“Saya juga ingin mengajak, khususnya untuk para wisudawan-wisudawati, kita harus membangun partnership,” kata Khofifah dalam orasi ilmiahnya, di Unisla, Sabtu, (1/9/2018).

Mantan Menteri Sosial menyebut, di era baru investasi digital secara global kemungkinan akan ada 1 sampai 1,5 miliar pekerjaan di tahun 2015 sampai 2025, yang akan tergantikan oleh digitalisasi.

Meski terjadi ancaman dan adanya pengangguran sarjana sekitar 7 juta orang, berharap dengan mendoakan wisudawan Unisla bisa segera mendapatkan pekerjaan secara profesional atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Insyallah sekarang yang diwisuda oleh Unisla, Allah segera memberikan peluang kerja yang profesional,” kata Khofifah saat mengakhiri sambutannya di wisuda Unisla.

Di wisuda ke-15 Unisla, Khofifah yang menghadiri acara wisuda Unisla bersama Wakil Bupati Dra. Hj. Kartika Hidayati, M.M, M.HP, Bupati, dan Ketua BNSP H Sumarna F Abdurahman, meminta wisudawan untuk bersaing.

Dengan wacana yang sama, Wabub Kartika mengatakan, pada waktu yang sama berada pada era kompetisi, sehingga wisudawan harus mampu bersaing ketat demi mendapat pekerjaan yang diinginkan.

Sebab, kata Wakil Bupati Lamongan pada era kompetisi ini terdapat produktivitas, ada etos kerja, dan ada daya saing ketika masuk pada era revolusi industri.

“Dalam menghadapi revolusi industri, kita perlu inovasi, karena dengan inovasi itulah akan muncul daya saing yang semakin hari semakin cepat,” tutur Kartika.

Apalagi, di era digital ini semua kegiatan ekonomi dunia telah menggunakan dukungan internet, sebagai media interaksi dan transaksi.

“Saya tambahkan e-payment akan menjadi bagian dari transparansi dari seluruh proses pembelanjaan keuangan, monitoring keuangan, jadi bisa dimonitor setiap waktu,” tambahnya. (Omdik/Fer/Bis)