Suryo Alam, Gelar Ecrafpreneur di Pondok Pesantren Gading Mangu Perak Jombang

Anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam, saat berada di Pondok Pesantren Gadingmangu, Kecamatan Perak Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM: :Banyaknya antusias masyarakat di Jombang, yang berminat dan menggeluti usaha bidang ekonomi kreatif, membuat anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam, beserta badan ekonomi kreatif (Bekraf), kembali menggelar acara Ecrafpreneur, di Pondok Pesantren Gading Mangu, Perak, Jombang.

“Perkembangan cukup bagus ya, dan banyak sambutan dari masyarakat, apalagi khususnya di Jombang. Sampai bikin group pemuda-pemuda kreatif, dan produknya di Jombang sudah ekspor, seperti batik, dan fashion,” ujar Suryo Alam, pada sejumlah jurnalis, Senin (3/9/2018).

Kali ini, Bekraf dan Suryo Alam, lebih focus menggarap ekonomi kreatif di wilayah lingkungan pesantren. Mengingat Jombang juga dikenal sebagai kota santri.

“Nah kali ini kita kenalkan di pesantren, karena ini kan kota santri. Dan bagi kami penting sekali, untuk mengerakkan ekonomi pesantren, melalui ekonomi kreatif,” terang Suryo Alam.

Masih menurut penjelasan Suryo Alam, jika dulu bekraf dan Komisi X, hanya mengumpulkan para pelaku ekonomi kreatif, kali ini dengan acara Ecrafpreneur, kita mecoba untuk memunculkan jenis-jenis ekonomi kreatif baru, yang berlatar belakang santri.

“Bentuk pelatihan, bentuk dorongan ini baru kita lakukan, kalau dulu menjaring yang sudah ada, dan kini kita munculkan yang baru-baru,” ungkap Suryo Alam.

Ada 16 Subsektor Kreatif di Bekraf, yakni Film, Animasi dan Video, Aplikasi dan Game, Musik, Arsitektur, Desain Komunikasi Visual, Fashion, Kriya, Kuliner, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi, Periklanan, Penerbitan, Seni Pertunjukan, Seni Rupa, Televisi dan Radio. Dan sumbangsih terbesar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, ada di sektor kuliner.

“Dan yang paling tinggi ada di Kuliner, 41,6%. Ini kan bisa menjadi lapangan kerja baru, menciptakan pengusaha-pengusah baru, ini yang kita dorong dengan acara ini,” kata Sryo Alam.

Untuk menunjang maju dan pesatnya ekonomi kreatif ini bisa tumbuh di Jombang, lanjut Suryo Alam, maka diperlukan dukungan dari pemerintah daerah (Pemda). Dukungan tersebut bisa dituangkan melalui nota kesepakatan (MoU), antara Pemda dengan Bekraf.

“Harusnya diawali dengan MoU antar Pemda dengan Bekraf. Mengingat Pemda lebih tau apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya. Karena dengan adanya 16 subsektor itu, memudahkan daerah untuk lebih tau potensi ekonomi kreatif apakah nantinya yang akan di garap oleh pemda, ” tegas Suryo Alam.

Sementara itu, menurut Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan bahwa selama ini bekraf tidak mempunyai cabang di daerah-daerah, dan untuk itu pihaknya berharap ada sinergitas antara pemda dengan bekraf, untuk memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif.

“Kita di Bekraf ada yang namanya Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif se Indonesia (PMK3I), dengan alat itu kabupaten atau kota akan mengukur dari 16 subsektor itu apa yang bisa dikembangkan di Jombang, oh… Jombang unggul di kuliner, nah program-programnya akan turun untuk mendorong sektor kuliner agar tumbuh kembang di Jombang,” ungkap Fadjar.

Dukungan dari Bekraf, lanjut Fadjar, nantinya bisa berbentuk permodalan, jika memang nantinya masalah modal yang manjadi kendala.

“Kalau ada masalah modal, nantinya kita akan fasilitasi soal modal, kalau ada kendala pada hak cipta, nanti kita fasilitasi soal hak cipta, jika ada kendala mengenai pemasaran, kita akan fasilitasi mengenai persoalan pemasaran. Yang paling penting ada sinergitas dari Pemda, maupun dari masyarakat,” tukas Fadjar.(elo)