Lembah Purba di Kota Seribu Goa Tlatah Ronggolawe Bumi Wali Tuban

KANALINDONESIA.COM, TUBAN; Luas wilayah Kabupaten Tuban mencapai 1.893,94 Km², mempunyai permukaan bumi bergelombang sehingga banyak ditemui dolina/cekungan terbuka diantaranya lembah purba berdiameter 8 Km dengan lingkar gawir/tebing terjal keliling mencapai 30 Km, membentuk 3 lorong menuju Laut Dan aliran bengawan solo.

Dari luasan Kabupaten Tuban yang mencapai 1.893,94 Km² sebagian besar di dominasi oleh kawasan bebatuan kapur yang masih Terus dinamis mengalami karstifikasi atau disebut kawasan karst mencapai 1500 Km² (Buku seri karst Tuban Hanang samodra 2001) selebihnya non kawasan karst.

Pada bentukan makro eksokarst/permukaan terdapat lembah purba mempunyai diameter hulu 8km² dibentengi lingkar gawir/tebing terjal keliling mencapai 30km, mulai dari Kecamatan Palang, Widang, Plumpang, Grabagan, Semanding dan Kecamatan Kota Tuban dan membentuk 2 lorong menuju utara laut jawa (Palang dan kota Tuban) dan satu lorong bermuara ke aliran bengawan solo (Widang).

”Jika menilik dari pengamatan dan pembacaan peta topografi lembah purba ini berhulu 8 Km² dan berumur seiring umur batuan kisaran 3 – 8 juta tahun yaang lalu (buku seri karst Tuban Hanang Samodra 2001),”.

Akan nampak jelas pengamatan visual jika di lihat pada beberapa tempat ketinggian, seperti Ngandong, Gesikan, dan menyunyur (Kecamatan Grabagan) juga pada Watu Ondo, Ngino, Gunung Tunggangan (Kecamatan Semanding).

“ Kalau kita berdiri di darat Desa Dermawuharjo, seperti Berada di dasar cawan raksasa,“ (ibaratnya).

Pada penelusuran lebih jauh di dasar lembah purba yang berkedalaman sekitar 200 meter dari puncak tebing yang mengitari, banyak terdapat sebaran pemukiman berupa dusun dan desa-desa juga kegiatan pertanian lahan basah ataupun lahan kering.

Jejak lembah purba dapat di kenali juga melalui beberapa nama desa yang menggunakan padanan istilah-istilah yang lazim di tempat yang berair seperti Desa Penambangan, Dusun Ngendut (Lumpur) dan penamaan wilayah antara Desa Dermawuharjo dan menyuyur orang lokal menyebut wilayah jangkar dll.

Kalau fenomena potensi geologi, sosial dan lingkungan pada lembah purba ini tidak segera mendapat kebijakan yang arif, saya khawatir akan terdegradasi oleh kegiatan usaha dibidang pertambangan ekstraktif, seperti tempat lain di Kabupaten Tuban. (Fer/Mo)