DPRD Gresik: Kenaikan Insentif Guru Non K2 Menunggu Revisi Perbub

GRESIK,KANALINDONESIA.COM: DPRD Gresik meminta ratusan guru non K2 di Kota Industri agar bersabar dalam menanti kenaikan insentif.Sebab, pencairan insentif tersebut masih menunggu payung hukum berupa perubahan peraturan bupati (Perbup).

Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah menyampaikan, DPRD sejatinya menghendaki agar kenaikan insentif guru non K2 sudah bisa diberikan mulai awal tahun anggaran, tepatnya setelah APBD tahun 2018 sudah bisa dijalankan.

“akan tetapi faktanya beda. Di saat anggaran untuk kenaikan insentif non K2 sudah bisa dicairkan, payung hukumnya belum siap. Jadi, saat insentif akan dicairkan oleh guru/tenaga non K2, payung hukum perbup masih lama. Perbup lama berisikan insentif guru non K2 masih Rp 250 ribu per bulan,” terangnya Senin (10/9/2018).

Sementara untuk insentif guru non K2 yang telah disahkan pada APBD 2018 naik 100 persen, yakni menjadi Rp 500 ribu per bulan. “Nah, untuk perubahan insentif dari Rp 250 ribu menjadi Rp 500 ribu menunggu revisi perbup.

Nur Saidah menjamin, bahwa insentif guru non K2 Rp 500 ribu per bulan pasti cair karena sudah dianggarkan di APBD 2018. “Sebelum 2018 berakhir dipastikan guru-guru sudah menerima kenaikan insentif Rp 500 ribu sesuai haknya,” terangnya.

Untuk kepastian revisi perbup kenaikan insentif, Nur Saidah mengaku sudah mengoordinasikan dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Yakni, Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitihan Daerah (Bappelitda), Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Bagian Hukum, Dinas Pendidikan (Dinas Pendidikan), dan Ketua Komisi IV. “Pertemuan untuk mensinkronkan antar OPD agar polemik kenaikan insentif guru non K2 bisa cepat tuntas,” jelasnya.

“Dalam pertemuan itu disepakati penyelesaian perubahan perbup atas dasar Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) tahun 2018,” bahwa kenaikan insentif itu membutuhkan perjuangan panjang, tutup Nur Saidah. (lan)