Daerah Pantura Pamekasan Paling Parah Terdampak Kekeringan 

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM: Dari 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada musim kemarau tahun 2018 ini, sedikitnya ada sebanyak 11 Kecamatan yang mengalami rawan terdampak bencana kekeringan. Sementara prediksi untuk daerah yang paling parah, berada di wilayah pantai utara (Pantura) Pamekasan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, menyatakan, dari 11 Kecamatan yang paling parah terdampak bencana kekeringan di wilayah pantura, yakni terdapat di Wilayah Kecamatan Batu Mar-mar, Pasean, Waru dan Kecamatan Pegantenan. Di 4 Kecamatan itulah, menurutnya merupakan daerah Zona Merah yang perlu penanganan secara khusus.

“Secara geografis, di 4 kecamatan itu memang daerah yang paling serius terdampak kekeringan dan yang paling Urgen untuk ditangani,” kata Akmalul Firdaus, kepala BPBD Pamekasan saat dokonfirmasi via WhatsApp, rabu (12/09).

Akmalul Firdaus menegaskan, Data sebanyak 11 daerah yang rawan bencana kekeringan itu merupakan hasil rekapan  data yang di imput dari pendataan yang dilakukan oleh pihaknya dengan cara survie ke lokasi setiap wilayah di 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan melalui kerjasama dengan setiap Camat setempat. Kecuali dua kecamatan yang tidak terdampak, yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Galis.

” Tidak semya wilayah Kecamatan terdampak kekeringan, di Pamekasan ini hanya ada 11 kecamatan yang terdampak,” tegasnya singkat.

Ke 11 Kecamatan yang terdampak kekeringan itu, menurutnya saat ini telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) tentang daerah kering dengan dilampirkan jumlah desa terdampak kekeringan dan surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) oleh Penjabat Bupati (Pj) Bupati Pamekasan, Fattah Jasin.

“Gambaran kekeringan tidak beda jauh dari tahun sebelumnya, ada 310 dusun di 80 desa,” Imbuhnya.

Dikatakan, SK penetapan daerah kering itu sebagai payung hukum dalam mendistribusikan air kepada masyarakat dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). (Nang/Ifah).