Insentif Tidak Cair Guru Non-K2 Kepung DPRD Gresik

GRESIK, KANALINDONESIA. COM: Ratusan guru non-K2 dari 1.300 guru di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik mengepung gedung DPRD Gresik, Kamis (13/9/2019).

Mereka demo karena janji insentif dinaikan menjadi Rp 500 ribu per bulan tak kunjung terwujud.

Miftahul Khoir, salah satu orator dalam orasinya menyatakan bahwa nasib guru non-K2 sangat menyedihkan. Sebab, mereka sudah mengajar hingga puluhan tahun, namun honor yang mereka dapatkan cuma antara Rp 150-300 ribu.” Jangan dholimi kami. Perhatikan nasib kami pahlawan tanpa tanda jasa,” katanya.

Dia mengaku sangat menyesalkan janji DPRD dan Pemkab Gresik menaikkan insentif guru non-K2 menjadi Rp 500 ribu pada tahun 2018. Namun, janji itu buktinya tak diwujudkan.” Mana buktinya insentif guru non-K2 naik jadi 500 ribu,” cetusnya.

Belum naiknya insentif guru non-K2 disebabkan perubahan peraturan bupati (Perbup) belum diteken oleh Bupati Sambari Halim Radianto.” Masak tinggal teken saja tak diteken-teken perbupnya,” terangnya.

Syaiful, pendemo lain mengungkapkan bahwa jumlah gur non-K2 di Kabupaten Gresik berjumlah 1.300 orang. Mereka selama bekerja puluhan tahun hanya menerima honor antara Rp 150 ribu per bulan. ” Paling tinggi kami hanya dikasih insentif 350 ribu per bulan. Honor itu jauh dari cukup,” paparnya.

Menurut dia, janji pemkab dan DPRD Gresik akan menaikan insentif menjadi Rp 500 ribu sudah berjalan se tahun.” Janji 1 tahun sampai sekarang belum ada. Ada apa ini? Tunjukan kinerja sampean pak DPRD,” pintanya.

Pada kesempatan ini, Syaiful menyatakan bahwa guru honorer non-K2 hanya terima insentif Rp250 ribu.”Kami mengecambupatiGresik hanya bisa bangun proyek, tapi nasib guru non-K2 tak diperhatikan,” paparnya.

Makruf, pendemo lain menambahkan, bahwa ribuan guru sebelum lakukan demo ke DPRD diintimidasi oleh pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) dan kepala sekolah.” Kami ditakut-takuti, akan dicepat, dan diintimidasi,” katanya.(lan)