Bupati Trenggalek Sempatkan Kunjungi Daerah Rawan Banjir

TRENGGALEK,  KANALINDONESIA.COM: Jelang petang,di tengah padatnya jadwal kegiatan yang harus dijalankan Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Bupati Trenggalek, Jawa Timur didampingi pejabat Sekda Trenggalek Drs. Pariyo dan segenap jajarannya tinjau langsung daerah rawan banjir di Kecamatan Gandusari, Minggu (9/9/2018).

Dua titik banjir tersebut di Desa Wonanti dan Sukorejo yang ditinjau oleh suami Arumi Bachsin ini.

Jebolan Harvard University takutkan bila tidak ada penanganan segera, jalan yang sudah dibangun cukup layak ini bisa digerus banjir bila musim hujan tiba.

Untuk itu dirinya berpendapat, dibutuhkan saluran drainase yang baik untuk mengalirkan arus air dan mengurangi resiko terjadinya banjir di titik ini.

Bapak dua anak ini segera mengkoordinasikan permasalahan ini dengan jajarannya untuk bisa menemukan solusi pemecahan yang tepat.

Dikonfirmasi awak media, Doktor lulusan Jepang ini menjelaskan, banyak keluhan yang dilayangkan melalui media sosial tentang ancaman bencana itu yang kerap melanda saat musim hujan tiba.

“Di media sosial saya menemukan beberapa aspirasi terkait titik-titik yang rawan banjir di Gandusari,” tuturnya.

Lebih lanjut Bupati Trenggalek ini menambahkan, dua tahun yang lalu dia harus menelan pil pahit akibat banjir yang mengakibatkan kerusakan total pada jalan itu hingga alami kerugian yang cukup besar.

“Saya manjadi teringat tahun 2016 yang lalu, waktu 17 Agustus daerah ini merupakan salah satu daerah yang cukup parah terdampak bencana banjir,” imbuhnya.

Oleh karena itu dia yang kebetulan kini bisa berkoordinasi dengan para pihak dan stake holder terkait serta berharap mudah-mudahan permasalahan ini segera mendapatkan jalan keluar.

“Kesempatan ini kita manfaatkan untuk bisa ditangani dalam waktu yang secepat-cepatnya,” tutur Emil Dardak.

Intinya drainase, sayang kita sudah membangun jalan yang sangatlah memadai ini rawan rusak manakala terjadi banjir.

Apalagi, masih keterangannya, kawasan ini rawan banjir oleh aliran air dari Kecamatan Kampak.

“Ini merupakan upaya-upaya yang mudah-mudahan bisa memberikan pengurangan resiko banjir kepada warga masyarakat Desa Sukorejo dan Wonanti Gandusari,” pungkasnya.(ham)