DPT Ganda, Ini Salah Satu Penyebabnya

Suryanto warga Sambongdukuh, yang saat ini pindah ke Desa Denanyar

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Banyaknya data ganda pada daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan perbaikan data. Salah satu penyebab adanya DPT ganda ini, salah satunya dikarenakan adanya perpindahan penduduk, dari satu desa ke desa lainnya.

Seperti halnya yang dialami oleh Agus Suryanto (47) warga Desa Sambongdukuh yang kini pindah ke Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Atas perpindahannya tersebut, Kusrianto tidak mengerti, jika namanya masuk dalam data ganda DPT, bawaslu Jombang.

“Gak tau mas, ya saya tau nya dari bapak-bapak yang datang ini, yang menjelaskan kalau saya ini ganda, masih terdaftar di Sambongdukuh, dan Denanyar,” ujar Suryanto, pada sejumlah jurnalis, Kamis (13/9/2018).

Proses perpindahan yang dilakukan oleh Suryanto ini, dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Yakni dengan memberitahukan pada Desa, Kecamatan, hingga mengajukan perpindahan di catatan sipil.

“Awalnya ini saya kan dari Sambongdukuh, trus saya pindah ke Denanyar, saya lakukan sesuai dengan prosedur. Saya pindahnya sejak tahun 2018 ini,” ungkap Suryanto.

Masih menurut penjelasan Suryanto, pada saat pilkada kemarin, pihaknya mendapat undangan (Foam C6) untuk menggunakan hak pilihnya di Desa Sambongdukuh, meski saat itu Kusrianto sudah berdomisili di Desa Denanyar.

Akibatnya, Suryanto tidak menggunakan hak pilihnya karena mengaku terlambat mendapat informasi bahwa undangan untuk menggunakan hak pilihnya keluar di Desa Sambongdukuh tempat tinggal lamanya.

“Saya gak ikut pilkada kemarain mas. Memang ada panggilan di Sambongdukuh, tapi saya telat dapat informasinya, karena saya di sini (red : Denanyar), sedangkan alamat saya di Sambongdukuh, jadi gak sempat nyoblos mas,” tegas Suryanto.

Saat ditanya apakah pihaknya sudah pernah didatangi petugas dari KPU untuk melakukan verifikasi ulang DPT pada saat pilkada kemarin. Pada sejumlah jurnalis, Suryanto mengaku bahwa pihaknya belum pernah didatangi petugas.

Namun ia mengaku bahwa mendapat informasi dari salah satu saudaranya bahwa Suryanto mendapat surat undangan untuk memilih di Desa Sambongdukuh.

“Belum pernah saya didatangi atau ada yang member informasi tentang ini. Setahu saya dapat informasi dari adik saya kalau dapat undangan di Sambongdukuh,” tukas Suryanto.

Sementara itu Muhamad Huda (49), selaku ketua RT 7 RW 2 Denanyar Jombang, membenarkan bahwa data perpindahan Kusrianto, baru masuk ke Desa Denanyar usai penyelenggaraan Pilkada serentak kemarin.

“Kemarin waktu pilkada memang pak Kusrianto ini belum masuk DPT. Karena KK beliau ini jadi setelah pilkada, jadi di DPT belum masuk, termasuk surat panggilan juga belum ada,” papar Huda.

Saat ditanya apakah pihaknya sudah melaporkan, perpindahan Kusrianto ini ke pihak PPS, Muhamad Huda mengatakan, bahwa usai pelaksanaan pilkada, pihaknya sudah melaporkan persoalan itu, dan kini Kusrianto masuk di DPT Desa Denanyar.

“Sekarang sudah tertera di DPT. Karena kami sesuai dengan himbauan PPS, mengenai daftar pemilih baru itu sudah saya lampirkan KK nya, dan itu bisa dilihat di tembok kelurahan (DPT yang dipampang di kelurahan),” pungkas Huda.

Menanggapi soal adanya DPT ganda tersebut, Ahmad Udi Masjkur, selaku ketua Bawaslu Kabupaten Jombang, membenarkan bahwa adanya perpindahan penduduk tersebut, masuk dalam salah satu kategori penyebab adanya DPT ganda.

“Sebenarnya ada banyak factor ya. Kalau hasil temuan saya ya, ada warga pindah kemudian ada yang sudah melaporkan, namun terkadang oleh pemerintah setempat terlambat berkordinasi dengan PPS atau penyelenggara di tingkat bawah, yang kemudian DPT itu sudah terlanjur ditetapkan,” papar Udi.

Namun, usai dilakukan pencermatan oleh KPU, Bawaslu, dan Partai Politik peserta pemilu, terdapat ribuan data ganda dalam DPT. Selanjutnya data ganda tersebut dihapus oleh KPU, dan hal itu tertuang dalam berita acara pencermatan. Tentu hal ini akan berdampak pada jumlah DPT yang sebelumnya ditetapkan oleh KPU.

“Semalam dilakukan rekapitulasi hasil pencermatan disetiap kecamatan, dan ditemukan sekitar 1.519 yang telah dicermati, dan kemudian di hapus oleh KPU. Dan rencananya hari ini akan diplenokan perubahan DPT HP (hasil perubahan). Kalau sebelumnya jumlah DPT ada 991 548 pemilih, sekarang DPT HP yakni 990.029 pemilih, tentu jumlah ini turun ya,” tukas Udi.(elo)