Lamongan Luncurkan Program Desaku Pintar

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Desa-desa di Lamongan kini memiliki instrumen untuk mengukur tingkat kemajuannya. Bupati Fadeli meluncurkan Program Desa Karakter Unggul dan Pintar (Desaku Pintar) di Desa Sumengko Kecamatan Kedungpring, Kamis (13/9).

Desaku Pintar ini seperti dijelaskan Fadeli terinspirasi Program 1821 yang belum begitu memasyarakat meski telah diluncurkan sejak 2016 silam. Padahal berbagai sosialisasi telah digencarkan hingga ke tingkat desa.

“Desaku Pintar ini hasil evaluasi Kami atas pelaksanaan Gerakan 1821. Yang meski sangat sederhana, mematikan hp dan televisi di jam 18.00 hingga 21.00 dan menemani anak belajar, namun rupanya masih belum banyak diterapkan, “ jelas dia.

Karena itu dia kemudian menggagas Program Desaku Pintar. Program ini tidak hanya akan memotret keunggulan desa dalam pelasanaan Gerakan 1821, namun juga sembilan tatanan lainnya.

Selain Gerakan 1821, sembilan tatanan unggulan desa tersebut adalah pemberdayaan ekonomi pedesaan, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan dan literasi, serta tatanan pariwisata, seni budaya dan olahraga.

Selanjutnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan terintegrasi untuk pengentasan kemiskinan, keluarga sadar hukum, pelayanan publik, Kampung Lamongan Green and Clean (LGC) dan penguasaan teknologi informasi.

Sumengko sengaja dipilih sebagai lokasi peluncuran Program Desa Pintar, karena desa ini sukses terapkan enam dari sepuluh tatanan unggulan yang dievaluasi.

“Saat ini setidaknya ada dua desa di tiap kecamatan yang menjadi percontohan Program Desaku Pintar. Kami berharap agar (desa) yang lain terpacu untuk berbenah sehingga menjadi lebih baik, dan bisa menyalip desa percontohan, “ katanya.

Untuk keberlanjutan Program Desaku Pintar, evaluasi di tingkat kecamatan akan dilakukan sebulan sekali. Kemudian secara berkala dievaluasi setiap tiga bulan sekali di tingkat kabupaten.

Dijelaskan secara terpisah oleh Asisten Tata Praja Setda M. S. Heruwidi yang juga Ketua Pelaksana Program Desaku Pintar, Desa Sumengko sukses menerapkan enam tatanan unggulan.

Yakni Gerakan 1821, penguasaan teknologi informasi, pengembangan pendidikan dan literasi, pelayanan kesehatan, pelayanan publik, serta pengembangan pariwisata, seni budaya dan olahraga.

Di tatanan pengembangan pariwisata, Heruwidi mengungkapkan desa ini memiliki destinasi wisata baru, Gunung Bedah. Ini adalah destinasi wisata yang disetting untuk kegiatan perkemahan, panjat tebing dna jelajah alam.

Gunung ini dikisahkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat tercipta dari ayunan cemeti Joko Modo. Nama kecil Mahapatih Gajah Mada yang dipercaya lahir dan besar di Lamongan.

Dikisahkan ketika Joko Modo hendak menggembalakan kerbau ke arah Rawa Semando, terhalang sebuah gunung di Desa Sumengko. Dia kemudian mengayunkan cemeti, sehingga terbelahlah gunung tersebut.

Jurnalis   : Omdik/Ferry/Bisri

Editor       : Arso

Sumber   : Kanal Lamongan