5749 DPT Ganda, Bawaslu Gresik Tekan KPU Harus Lakukan Pencermatan Dan Penilitian Secara Faktual

GRESIK,KANALINDONESIA.COM: Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Kabupaten Gresik menemukan adanya 5.749 data ganda pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Kamis (13/9/2018).

Selain itu, Banwaslu Gresik menyatakan berdasarkan hasil pencermatan terhadap data DPT Pemilu tahun 2019, terdapat 67 orang pemilih yang tidak memenuhi syarat karena meninggal dunia.

Koordinator Divisi Pengawasan Banwaslu Gresik Syafii Djamhari menyatakan, data ganda pada DPT tersebut terbagi dalam tiga kategori. Yaitu untuk pemilih NIK dan nama ganda berjumlah 2.267 orang, NIK, nama dan tempat, tanggal lahir berjumlah  1.446 orang, dan pemilih NIK ganda berjumlah 2.036 orang.

“Kami melakukan pencermatan dan analisa DPT Pemilu tahun 2019 sebagai tindaklanjut SE Bawaslu RI nomor: SS-1399/K.BAWASLU/PM.00.00/IX//2018 tanggal 6 September 2018 tentang Pengawasan Penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu tahun 2019,” ujar Syafii.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, tambah Syafii, Bawaslu Kabupaten Gresik merekomendasikan hasil pengawasan pencermatan DPT kepada KPU Kabupaten Gresik untuk dilakukan pencermatan dan penelitian secara faktual terhadap data pemilih yang masih bermasalah di dalam DPT Pemilu tahun 2019 yang telah ditetapkan.

Syafii mengingatkan, apabila ditemukan adanya data pemilih ganda, pemilih tidak memenuhi syarat dan pemilih memenuhi syarat tetapi tidak masuk dalam DPT Pemilu tahun 2019, maka Bawaslu menyarankan  untuk dilakukan perubahan terhadap berita acara rekapitulasi dan pentapan DPT Nomor 210/PK.01-BA/02/VIII/2018 yang telah ditetapkan pada tanggal 20 Agustus 2018.

Pengawasan terhadahap DPT tersebut, dilakukan Banwaslu terhadap 913.116 pemilih, yang meliputi 454.644 pemilih laki-laki dan 458.472 pemilih perempuan.  Mereka ini tersebar di 18 kecamatan, 356 desa/kelurahan dan di 3.651 TPS. (lan)