Kampanye Terselubung, Dalam Acara Pembinaan Kader PGRI Jombang

Pengawas Pemilu Lapangan Kebontemu, Peterongan Jombang, Munir, saat menunjukkan APK milik bacaleg dari partai Demokrat yang beredar di acara PGRI

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Jelang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu), dunia pendidikan kembali dimanfaatkan oleh oknum-oknum bakal calon anggota legislative (Bacaleg) nakal. Seperti hal nya peristiwa yang terjadi di Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Ada oknum bacaleg yang memanfaatkan fasilitas pendidikan. Di dalam acara pembinaan kader anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pengurus Cabang Kabupaten Jombang yang terletak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebontemu, Kecamatan Peterongan, ditemukan selebaran bergambar bacaleg DPR-RI dari Partai Demokrat.
Dalam selebaran tersebut, terdapat gambar foto Bacaleg dengan nama Dr H Rasiyo M.Si, dengan nomor urut 4, yang bererdar di acara tersebut. Bahkan seleberan tersebut dibagikan pada sejumlah kader anggota PGRI.

Mengetahui kejadian tersebut, anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Peterongan, langsung menuju lokasi yang diduga terdapat kegiatan pencalonan legislatif tersebut.

Menurut keterangan Ketua Panwascam Peterongan, Abd Adim (42), pihaknya menemukan sebuah pelanggaran kampanye di luar jadwal kampanye, dengan menyebarkan Alat Peraga Kampanye (APK) di acara pembinaan kader PGRI.

“Ada kegiatan di SDN Kebontemu, yaitu ada kaitannya dengan pelanggaran pemilu. Yaitu, melaksanakan kampanye sebelum masa kampanye,” ujar Adim saat ditemui sejumlah jurnalis, Jumat (14/9/2018).

Selain itu, Ketua Panwascam Peterongan itu membenarkan, bahwa ada kegiatan pembagian APK kepada para peserta pembinaan PGRI, meski hal itu sebenarnya tidak diperbolehkan sebelum tahapan kampanye di mulai.

“Dalam kegiatan itu, terbukti ada APK yang berjalan di kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sementara, saat sejumlah wartawan berusaha meminta konfirmasi ke salah satu peserta pembinaan PGRI di SDN Kebontemu pada, Jumat (14/9) pukul 10.30 WIB, wanita berbaju seragam PGRI, memilih menghindari sejumlah jurnalis, dan enggan memberikan komentar, mengenai kegiatan kampanye terselubung tersebut.

“Tidak tau saya pak. Tidak berani saya pak, langsung ke pak ketua PGRI saja,” tukasnya singkat, sembari menghindari untuk diwawancarai.
Hingga berita ini diunggah, belum ada pernyataan resmi dari ketua PGRI Jombang, Darmaji. Saat dikonfirmasi ke kantornya yang berada di jalan Cak Durasim nomor 6, kelurahan Kepanjen, Jombang, tersebut tampak sepi dan tertutup rapat-rapat.(elo)